Page 57 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 AGUSTUS 2019
P. 57

PENGELOLAAN JKK DAN JKM OLEH BPJSTK, PEMERINTAH SEGERA REVISI PP 44 TAHUN
                Title
                              2015
                Media Name    beritasatu.com
                Pub. Date     12 Agustus 2019
                              https://www.beritasatu.com/ekonomi/569180/pengelolaan-jkk-dan-jkm-oleh -bpjstk-
                Page/URL
                              pemerintah-segera-revisi-pp-44-tahun-2015
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Positive









               Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam periode kedua pemerintahannnya harus lebih
               realistis dan obyektif untuk menjalankan jaminan sosial yaitu sesuai prinsip-prinsip
               sistem jaminan sosial nasional (SJSN). Pemerintah harus lebih focus mendukung
               peningkatan kesejahteraan seluruh pekerja baik swasta maupun aparatur sipil
               negara (ASN) tanpa perbedaan manfaat, serta efisien dalam pembiayaan dari APBN.

               Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
               Watch, Timboel Siregar, Senin (12/8) pagi.
               Menurut Timboel, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK)
               dengan dana yang besar dan pengalaman puluhan tahun mengelola JKK dan JKm
               akan sangat mampu melaksanakan jaminan kecelakaan kerja dan kematian untuk
               seluruh pekerja.

               "Oleh karenanya BPJS Watch meminta pemerintah segera merevisi PP Nomor 44
               Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan
               Jaminan Kematian. Selain itu, segera menggabungkan pengelolaan JKK dan JKm
               kepada BPJSTK," kata dia.

               Menurut Timboel, ada beberapa ketentuan direvisi di PP Nomor 44 Tahun 2015
               yang manfaatnya meningkat, seperti fasilitas home care sebagi fasilitas baru,
               menaikkan nilai santunan kematian, santunan tidak mampu bekerja, biaya
               pemakaman, biaya transport, beasiswa termasuk anak yang mendapatkan dan
               jenjangnya hingga perguruan tinggi, serta biaya penggantian lainnya.

               Dengan kemampuan dana kelolaan yang sudah mencapai Rp 32,5 triliun (JKK) dan
               Rp 11,8 triliun (JKm) maka kenaikan-kenaikan tersebut dengan mudah bisa
               dilakukan oleh BPJSTK.

               Timboel mengatakan, tentunya tidak hanya dari sisi manfaat, dari sisi regulasi pun
               seharusnya yang mengelola program JKK dan JKm bagi ASN adalah BPJSTK, bukan
               PT Taspen. Bila membaca Pasal 5 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor109 Tahun
               2013, Pasal 92 ayat (2) dan Pasal 106 UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, sudah
               sangat jelas bahwa program JKK dan JKm dikelola oleh BPJSTK karena BPJSTK
               adalah institusi yang sesuai dengan seluruh prinsip sistem jaminan sosial nasional



                                                       Page 56 of 89.
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62