Page 61 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 AGUSTUS 2019
P. 61

Title         BPJS WATCH MINTA PEMERINTAH JOKOWI REVISI 2 ATURAN INI
                Media Name    tempo.co
                Pub. Date     12 Agustus 2019
                              https://bisnis.tempo.co/read/1234935/bpjs-watch-minta-pemerintah-jokow i-revisi-2-
                Page/URL
                              aturan-ini
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Negative





               Koordinator Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Watch, Timboel Siregar
               meminta pemerintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi mensegerakan revisi PP No.
               44 Tahun 2015 dan menggabungkan pengelolaan Jaminan Keselatan Kerja dan
               Janinan Kematian atau JKm kepada BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu bertujuan agar di
               periode kedua pemerintah Jokowi lebih realistis dan obyektif untuk menjalankan
               jaminan sosial yaitu sesuai prinsip-prinsip Sistem Jaminan Sosial Nasional, fokus
               mendukung peningkatan kesejahteraan seluruh pekerja baik swasta maupun ASN
               tanpa perbedaan manfaat, serta efisien dalam pembiayaan dari APBN.

               "BPJS Ketenagakerjaan dengan dana yang besar dan pengalaman puluhan tahun
               mengelola JKK dan JKm akan sangat mampu melaksanakan jaminan kecelakaan
               kerja dan kematian untuk seluruh pekerja," kata Timboel dalam keterangan tertulis
               Senin, 12 Agustus 2019.

               Dia mengatakan semua manfaat JKK dan JKm yang diberikan kepada peserta dan
               ahli warisnya tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 44 tahun 2015.
               Mengacu pada Pasal 29 dan Pasal 36 PP No. 44 Tahun 2015, besarnya Iuran dan
               manfaat program JKK dan JKm bagi Peserta dilakukan evaluasi secara berkala paling
               lama setiap dua tahun. Tentunya dengan dana kelolaan program JKK sebesar Rp
               32.5 Triliun dan program JKm sebesar Rp. 11,8 triliun manfaat JKK dan JKm harus
               bisa ditingkatkan, tanpa harus dinaikkan iurannya.

               Mengacu pada Pasal 29 dan Pasal 36 tersebut seharusnya Pemerintah telah meriviu
               manfaat JKK dan JKm pada tahun 2017 dan tahun 2019 ini direview lagi, namun
               ternyata hingga saat ini Pemerintah belum juga pernah meriviu manfaat JKK dan
               JKm, seperti yang diamanatkan dua pasal tersebut.

               "Saya menyesali tindakan Pemerintah yang sampai saat ini belum juga
               menyelesaikan review manfaat JKK dan JKm. Ini artinya Pemerintah dengan sengaja
               menghalangi pekerja dan keluarganya mendapatkan kesejahteraan lebih dari
               program JKK dan JKm," ujar Timboel.

               Menurut Koordinator BPJS Watch itu, beberapa Serikat Pekerja/Serikat Buruh telah
               mengusulkan peningkatan manfaat JKK dan JKm tersebut sejak 2016 lalu dengan
               harapan di tahun 2017 lalu sudah ada peningkatan manfaat di program JKK dan
               JKm.





                                                       Page 60 of 89.
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66