Page 53 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 DESEMBER 2019
P. 53

Kabupaten/Kota di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2020 tertanggal 1 Desember
               2019.

               Kepgub ini juga mencabut dan menyatakan tidak berlaku Surat Edaran (SE)
               Gubernur Jawa Barat Nomor 561/75/Yanbangsos tanggal 21 November 2019
               tentang Pelaksanaan Upah Minimum Kabupaten/Kota di Daerah Provinsi Jawa Barat
               Tahun 2020.

               Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Jawa Barat, Eni Rohyani mengatakan,
               penetapan kepgub yang berisi sembilan poin ketetapan ini berisi keberpihakan
               Pemprov Jabar terhadap seluruh eksponen masyarakat, baik terhadap pengusaha
               maupun pekerja di sektor umum maupun padat karya.

               "(Pada salah satu poinnya) Terdapat penekanan bahwa pengusaha termasuk
               industri padat karya yang tidak mampu membayar upah sesuai UMK, dapat
               melakukan kesepakatan bipartit dengan pengawasan dan persetujuan dari
               Disnakertrans Provinsi Jabar," ujar dia.


               Ditemui terpisah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, terbitnya Kepgub
               itu merupakan hasil diskusi dengan Pangdam III Siliwangi dan Kapolda Jabar.


               "Kita sudah diskusi dengan Pangdam dan Kapolda. Ada masalah kekhawatiran tidak
               diikuti oleh Apindo. Dari hasil rapat Forkopimda kita ubah formatnya tapi poinnya
               sama," kata Emil, sapaan akrabnya saat ditemui di Gedung Pusat Dakwah Islam
               Jabar, Senin siang.

               Disinggung soal diktum ketujuh dalam Kepgub itu, Emil mengatakan, poin itu
               dikeluarkan untuk sebagai upaya perlindungan terhadap buruh dari ancaman
               pemutusan kerja.

               "Jadi di diktum ketujuh kalau lihat SK-nya ada kita keluarkan kalimat perlindungan
               khusus untuk padat karya untuk melakukan nego upah bipartit saja, tanpa harus
               ada ancaman macam-macam yang nanti akan dilindungi dan disetujui Pemprov
               Jabar, kita wasit saja," ujar Emil.

               Menyikapi adanya aksi unjuk rasa dan rencana mogok kerja para buruh, Emil
               menilai segala keputusan yang dikeluarkan pemerintah tak akan memenuhi
               ekspektasi semua elemen buruh.

               Namun, ia berharap proses unjuk rasa berlangsung tertib.

               "Apapun suratnya mau SK, mau SE demo mah pasti ada. Jadi jangan digeser
               substansinya bahwa akan bersih dari demo. Pengalaman enam tahun jadi kepala
               daerah, apapun keputusannya tetap ada demo. Yang penting tujuan saya mencegah
               PHK, mencegah pindah perusahaan, karena tidak sanggup membayar UMK untuk
               padat karya. Inisiatif perlindungannya, caranya yang bermartabat melalui poin yang
               saya sampaikan," ujar dia.






                                                       Page 52 of 116.
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58