Page 55 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 DESEMBER 2019
P. 55

tidaknya penangguhan UMK tersebut tergantung keputusan Gubernur, bukan
               disahkan Disnaker Jawa Barat.

                Roy mengatakan pihaknya pun meminta Gubernur merevisi kembali diktum ketujuh
               poin huruf d pada surat keputusan tersebut karena hal tersebut dinilai akan
               memberikan ruang kepada perusahaan padat karya yang tidak mampu membayar
               sesuai UMK.

                 Dalam surat keputusan gubernur yang ditandatangani pada 1 Desember 2019
               tersebut, katanya, pada keputusan ketujuh terdapat diskriminasi yang membuat
               perusahaan di luar industri padat karya dapat mengajukan penangguhan kepada
               Gubernur, tetapi penangguhan industri padat karya hanya melalui Disnakertrans
               Jabar.


                "Dan ini bertentangan dengan ketentuan UU 13 Tahun 2003 karena penangguhan
               itu harus kepada Gubernur. Kewajiban perusahaan untuk bayar selisih upah yang
               ditangguhkan secara rapel, sedangkan ketentuan huruf d diktum tujuh ini
               dimungkinkan perusahaan padat karya tidak membayar selisih upah yang
               ditangguhkan," katanya.

                Padahal, katanya, putusan MK jelas bahwa penangguhan tidak mengugurkan
               kewajiban perusahaan untuk membayar selisih sesuai UMK dengan kata lain hanya
               menunda pelaksanaan, karena ketentuan undang-undang ini berlaku untuk semua
               perusahaan tanpa terkecuali.

                Roy mengatakan pihaknya pun meminta kepada gubernur untuk meminta
               pemerintah kabupaten dan kota membahas upah minimum sektoral kota kabupaten
               (UMSK).

                 "Batas waktu paling lambat tanggal 6 Desember, kita kalau hari ini tidak
               mendapatkan respon yang baik, tanggal 6 Desember kita akan melakukan turun ke
               jalan lagi," katanya.


                Jika pada 6 Desember pihaknya harus kembali berunjuk rasa, katanya, maka
               kemungkinan akan bentrok dengan  unjuk rasa  yang akan digelar oleh buruh atau
               pekerja garmen yang menolak SK UMK ini.


                "Padahal tanggal 6 itu kebetulan ada kelompok garmen, pekerja garmen, yang
               disponsori oleh perusahaan-perusahaan, yang katanya akan melakukan aksi
               penolakan SK. Jadi terbalik, ada buruh yang menolak SK. Tapi kami yakin bahwa
               buruh-buruh yang melakukan itu tidak paham, tetapi mereka yang disuruh takut di-
               PHK," katanya.

                Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 561/Kep.983-Yanbangsos/2019 Tentang
               upah Minimum Kabupaten/Kota di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2020 yang
               sudah diterima pihak buruh ini menyatakan dalam diktum pertamanya, bahwa
               gubernur mencabut dan menyatakan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor






                                                       Page 54 of 116.
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60