Page 191 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 MEI 2020
P. 191
Title MENAKER IZINKAN THR DITUNDA, PENGUSAHA MASIH BINGUNG PELAKSANAANNYA
Media Name detik.com
Pub. Date 13 Mei 2020
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/5012790/menaker-izinka n-thr-ditunda-
Page/URL
pengusaha-masih-bingung-pelaksanaannya
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengizinkan perusahaan untuk
mencicil atau menunda pembayaran THR keagamaan. Hal itu dengan catatan
disepakati oleh pihak pekerja. Namun pengusaha masih bingung soal
pelaksanaannya.
Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Rizal Tanzil Rakhman
menjelaskan, pelaku industri tekstil masih menunggu apakah ada petunjuk teknis
(juknis) atau petunjuk pelaksanaan (juklak) agar pengusaha bisa melakukan
pembayaran THR dicicil atau ditunda.
"Teman-teman di lapangan juga bingung dalam aplikasinya seperti apa, barangkali
ada peraturan menterinya atau juklak, juknis-nya," kata dia saat dihubungi
detikcom, Rabu (13/5/2020)
Saat ini pihaknya baru mendengar kebijakan Kemnaker soal THR dari media massa.
Kebijakan itu tertuang di dalam Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HI.00.01/V/2020
tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di
Perusahaan Dalam Masa Pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19).
"Ya kita baru dengar dari berita saja sih (mengenai kebijakan pembayaran THR),"
sebutnya.
Namun secara umum pihaknya menyambut positif kebijakan pemerintah yang
memperbolehkan pengusaha mencicil atau menunda pembayaran THR di tengah
pandemi COVID-19 ini.
"Ya secara umum sih kita menilai itu kebijakan yang cukup bagus, membantu kita di
industri tekstil. Cuma kita masih menunggu teknis peraturannya seperti apa,"
tambahnya.
Sementara itu, pada kesempatan sebelumnya Ida menjelaskan, perusahaan yang
mau mencicil atau menunda THR harus ada kesepakatan bersama pekerja.
Perusahaan juga harus transparan menyampaikan kondisi keuangannya kepada
pekerja.
"Proses dialog tersebut dilakukan secara kekeluargaan, dilandasi atau atas dasar
Page 191 of 211.

