Page 195 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MEI 2020
P. 195
Title PHRI: MAYORITAS PENGUSAHA HOTEL TAK SANGGUP BAYAR THR
Media Name antaranews.com
Pub. Date 11 Mei 2020
https://www.antaranews.com/berita/1485024/phri-mayoritas-pengusaha-hot el-tak-
Page/URL
sanggup-bayar-thr
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi
Sukamdani menyebut mayoritas pengusaha hotel sudah tidak mampu membayarkan
Tunjangan Hari Raya (THR) karyawannya.
Ia memperkirakan, sekitar 50 persen pengusaha perhotelan akan melakukan
penundaan pembayaran THR hingga akhir tahun.
"Itu yang kondisinya 'kering'. Sebagian yang punya uang, mungkin cuma memberi
10 persen, 20 persen, jumlahnya tidak besar, sesuai cashflow mereka," katanya
yang dihubungi dari Jakarta, Senin.
Menurut Hariyadi, ketidakmampuan membayar THR kepada karyawan untuk
Lebaran kali ini lantaran dana ( cashflow ) perusahaan yang tidak berputar karena
operasional yang terganggu mewabahnya COVID-19.
Padahal, mampu atau tidaknya perusahaan membayarkan THR tergantung dana
yang dimiliki di tengah kondisi aliran dana yang tersendat seperti saat ini.
"Kembali lagi ke masalah cashflow perusahaan, kalau punya dana, mereka pasti bisa
bayarkan walaupun tidak penuh. Kalau sama sekali kering (dananya), itu mau tidak
mau mereka minta tunda," katanya.
Hariyadi mengatakan situasi yang berat seperti saat ini cukup menekan dunia
usaha. Namun, ia mengaku pengusaha sudah tidak bisa berkutik jika kondisi
keuangan mengalami kesulitan.
"Memang kondisi begini sudah tidak bisa dipaksa apapun itu. Mau didemo, atau
pemerintah mencabut izin usaha, sudah tidak ada gunanya karena yang penting
cashflow ," katanya.
Sebelumnya, keluar Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah
bernomor M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari
Raya Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan dalam Masa Pandemi COVID-19.
Page 194 of 243.

