Page 197 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MEI 2020
P. 197

Title          COVID-19, MAYORITAS PENGUSAHA HOTEL TIDAK MAMPU BAYAR THR
               Media Name     mediaindonesia.com
               Pub. Date      11 Mei 2020
                              https://mediaindonesia.com/read/detail/312074-covid-19-mayoritas-pengu saha-hotel-
               Page/URL
                              tidak-mampu-bayar-thr
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               KETUA Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi
               Sukamdani menyebut mayoritas pengusaha hotel sudah tidak mampu membayarkan
               Tunjangan Hari Raya (THR) karyawannya. Ia memperkirakan, sekitar 50 persen
               pengusaha perhotelan akan melakukan penundaan pembayaran THR hingga akhir
               tahun. "Itu yang kondisinya 'kering'. Sebagian yang punya uang, mungkin cuma
               memberi 10 persen, 20 persen, jumlahnya tidak besar, sesuai cashflow mereka,"
               katanya yang dihubungi dari Jakarta, Senin (11/5).

               Menurut Hariyadi, ketidakmampuan membayar THR kepada karyawan untuk
               Lebaran kali ini lantaran dana (cashflow) perusahaan yang tidak berputar karena
               operasional yang terganggu mewabahnya Covid-19. Padahal, mampu atau tidaknya
               perusahaan membayarkan THR tergantung dana yang dimiliki di tengah kondisi
               aliran dana yang tersendat seperti saat ini. "Kembali lagi ke masalah cashflow
               perusahaan, kalau punya dana, mereka pasti bisa bayarkan walaupun tidak penuh.
               Kalau sama sekali kering (dananya), itu mau tidak mau mereka minta tunda,"
               katanya.

               Hariyadi mengatakan situasi yang berat seperti saat ini cukup menekan dunia
               usaha. Namun, ia mengaku pengusaha sudah tidak bisa berkutik jika kondisi
               keuangan mengalami kesulitan.

               "Memang kondisi begini sudah tidak bisa dipaksa apapun itu. Mau didemo, atau
               pemerintah mencabut izin usaha, sudah tidak ada gunanya karena yang penting
               cashflow," katanya.

               Sebelumnya, keluar Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah
               bernomor M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari
               Raya Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan dalam Masa Pandemi Covid-19.

               Dalam surat edaran tersebut, Menaker meminta kepada seluruh perusahaan untuk
               membayarkan THR keagamaan kepada pekerja/buruh sesuai dengan ketentuan
               perundang-undangan.

               Namun demikian, Menaker membuka ruang untuk berdialog mencari solusi bagi
               pengusaha, serikat pekerja dan pekerja/buruh jika perusahaan tidak mampu
               membayarkan THR sesuai waktu yang ditentukan. (OL-12).




                                                      Page 196 of 243.
   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202