Page 162 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 FEBRUARI 2020
P. 162

Title          PEMERINTAH DINILAI TIDAK TRANSPARAN SOAL OMNIBUS LAW, KEMENAKERTRANS:
                              MASIH IDENTIFIKASI MASALAH
               Media Name     tribunnews.com
               Pub. Date      13 Februari 2020
               Page/URL       https://www.tribunnews.com/nasional/2020/02/13/pemerintah-dinilai-tida k-transparan-
                              soal-omnibus-law-kemenakertrans-masih-identifikasi-masala h
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto , JAKARTA - Rancangan
               Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja terus menuai pro dan kontra.

               Kepala Subdirektorat Standarisasi dan Fasilitas Pengupahan Kemenakertrans Amelia
               Diatri Tuangga Dewi menyebut, Omnibus Law merupakan semacam kompilasi dari
               banyak Undang-undang untuk mengatasi undang-undang yang tumpang tindih.

               Omnibus Law juga berangkat dari situasi perubahan cepat dunia saat ini yang harus
               direspons dengan cepat pula.

               "Melalui Omnibus Law , mekanisme perubahan hukum dapat lebih cepat dilakukan.
               Misalnya saja, melalui RUU Cipta Kerja kita dapat memanusiakan manusia," ujar
               Amelia dalam pernyataannya, Kamis (13/2/2020).

               Amelia juga menjelaskan, Omnibus Law RUU Cipta Kerja tetap mengutamakan
               perlindungan dan kesejahteraan para pekerja.

               Adapun terkait pernyataan bahwa Omnibus Law RUU Cipta kerja ini tertutup dari
               publik, ia menanggapi bahwa hal ini bukan ditutup-tutupi, namun memang belum
               waktunya untuk dibuka ke publik karena masih pada tahap identifikasi masalah.

               "Ketika sudah rampung keseluruhan draftnya dan diberikan kepada DPR untuk
               dibahas, barulah draft RUU tersebut dapat dikritisi atau ditanggapi oleh publik
               melalui mekanisme yang berlaku," ujarnya.

               Sementara itu Kepala Biro Hukum, Persidangan dan Humas Kemenko Perekonomian
               I Ketut Hadi Priatna mengatakan Omnibus Law adalah sebuah metode yang lumrah
               diterapkan saat ini di berbagai belahan dunia.

               Melalui Omnibus Law , satu undang-undang dapat mengubah atau merevisi banyak
               poin dari banyak undang-undang sekaligus.

               Dia kemudian memperjelas bahwa Omnibus Law berfungsi untuk merevisi bukan
               mencabut undang-undang yang berlaku.

               Menurutnya, dengan metode ini perbaikan undang-undang dapat lebih mudah, lebih



                                                      Page 161 of 177.
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167