Page 163 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 FEBRUARI 2020
P. 163

terarah dan cepat dilaksanakan.

               Ia juga menambahkan bahwa di Indonesia pun Omnibus Law ini sudah beberapa
               kali digunakan.

               "Omnibus Law ini tidak hanya terkait pekerja atau ketenagakerjaan, namun juga
               terkait penyederhanaan Izin mendirikan usaha. Misalnya saja, salah satu poin RUU
               ini yakni tentang bolehnya mendirikan PT Perseorangan, tidak harus Perseroan, "
               ujar I Ktut Hadi.

               Ia menambahkan pemerintah melalui RUU Cipta Kerja ini juga ingin mengangkat
               kesejahteraan para pekerja dan memastikan pemenuhan hak-haknya.

               Contoh lain adalah pada poin aturan yang terkait dengan mekanisme upah, dimana
               pekerja yang bekerja penuh waktu yakni selama 8 jam, harus diberikan upah harian
               atau bulanan, sedangkan yang bekerja paruh waktu diberikan upah per-jam.

               "Ini merupakan RUU yang berkeadilan baik bagi pekerja maupun pengusaha.
               Adapun terkait penghapusan hukum pidana pada perusahaan pelanggar hukum,
               bukan berarti penghapusan secara keseluruhan," kata dia.

               Penghapusan hukum yang dimaksud katanya hanya beberapa pelanggaran saja
               yang tidak diberikan hukum pidana, karena bukan pelanggaran yang begitu besar.

               Sedangkan bagi pelanggaran besar, misalnya terkait pelanggaran hak pekerja
               ataupun kecelakaan kerja yang dikarenakan kesalahan perusahaan, tentunya akan
               tetap ada hukum pidana.

               Sementara itu, Sekretaris Umum SPSI Afif Johan mengatakan pemerintah tidak
               transparan dalam perumusan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law
               Cipta Lapangan Kerja.

               "Dalam proses pembuatan RUU Omnibus, Undang-undang Cipta Karya ini, para
               pekerja serikat pekerja kurang transparan. Karena kami tidak dilibatkan secara
               keseluruhan," ujarnya.

               Menurutnya, pelibatan stakeholder dalam proses pembuatan RUU Omnibus Law
               tidak utuh.

               Dalam Pasal 96 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan
               Peraturan Perundang-undangan.

               "Masyarakat berhak menerima masukan, baik lisan maupun tertulis dalam peraturan
               perundang-undangan. Serikat pekerja juga termasuk dalam masyarakat yang
               dituangkan dalam Pasal 96 Undang-Undang 12 Tahun 2011," katanya.

               Bahkan, Afif menyebutkan, pekerja sampai saat ini masih belum memiliki RUU



                                                      Page 162 of 177.
   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168