Page 151 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 MARET 2020
P. 151

2018. Mereka berhadapan menantang kandidat petahana, Ganjar Pranowo yang
               berpasangan dengan Taj Yasin.


               Hasil perolehan suara, raihan suara Sudirman-Ida 41,22 berbanding 58,78 persen
               Ganjar-Yasin.

               Tribun: Siapa saja orang terdekat itu?  Suami dan ibu. Ketika dua orang ini
               sudah memberikan dukungannya, jalan akan mulus.

               Dalam Pilkada Jateng, saya tahu betul, menghadapi Pak Ganjar Pranowo (gubernur
               petahana adalah politisi PDIP, Red). Dan PDIP itu adalah pemenang bertahun-tahun
               di Jateng, beberapa kali pemilu pemenang di Jawa Tengah, PDIP menang.

               Semua orang tahu yang namanya Jawa Tengah itu kandangnya PDIP. Semua itu
               orang tahu. Dan saya tahu Pak Ganjar itu incumbent. Saya tahu itu bukan hal yang
               gampang menaklukkan kondisi seperti itu.

               Tapi kalau saya, orang terdekat saya sudah memberikan dukungan, saya hanya
               bismillah. Dan kalau saya sudah bismilah itu saya tidak pernah berpikir kalah. Itu
               yang menjadikan saya semangat kerjanya luar biasa.

               Saya bukan tidak dengar, bukan tidak baca survei. Survei kan malah setiap dua
               Minggu ada survei ini itu, saya bukan tidak baca.

               Jadi ketika bekerja itu, saya sudah tidak ada pilihan lain kecuali menang gitu. Jadi
               pikirannya itu. Sampai orang berpikir ini kok kerjanya seperti orang tidak tahu
               survei.

               Saya hanya menangkap ada harapan bahwa ada banyak orang yang memberikan
               dukungan ke saya dan ini cukup menjadi bagi saya motivasi utama. Survei setiap
               hari tidak pernah saya baca, sudah, biarkan saja survei. Begitu sih kalau saya.

               Ketika kalah, siapa sih pak orang yang kalah kemudian bahagia. Jadi kalau saya sih,
               manusiawi saja, kalau saya kecewa. Tapi saya merasa bahwa saya tidak terlalu lama
               tenggelam dalam kekecewaan itu.

               Setiap kompetisi itu ya ada kalah ada menang, dan itu risiko. Ketika mau
               menentukan itu saya sudah tahu kalau kondisinya seperti itu. Jadi saya segera move
               on.


               Tribun: Tidak begitu lama, berapa jam atau berapa hari atau berapa
               minggu?  Ya tidak dalam hitungan jam tentunya, tapi yang pasti saya tidak pernah
               mengeluarkan air mata untuk kekalahan itu.


               Perolehan 41 persen capaian suara itu sudah cukup membanggakan. Bagi saya,
               saya merasa kerja keras itu terjawab dengan jumlah ini.









                                                      Page 150 of 192.
   146   147   148   149   150   151   152   153   154   155   156