Page 155 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 MARET 2020
P. 155
seorang wirausahawan baru yang bisa memberi kesempatan kerja bagi yang
lainnya. Kami melihatnya dari hulu sampai hilir.
Tribun: Terharap pekerja yang angkanya 57,5 persen adalah low skill,
dalam 5 tahun ke depan bagaimana cara anda untuk mengurangi angka
ini dan berapa target? Mau tidak mau, peningkatan kompetensi harus dilakukan
secara masif. Program-program yang dilakukan di antaranya adalah melalui program
kartu pra kerja.
Kartu pra kerja ini adalah pelatihan vokasi kepada mereka yang menganggur, sudah
bekerja tapi butuh up Skilling atau re Skilling untuk mereka yang kena PHK. Ini
dilakukan secara masif.
Program ini karena lintas kementerian dan KL, Kemnaker menjadi bagian dari kartu
pra kerja, di samping secara regular program pelatihan kompetensi memang tugas
Kemnaker.
Tribun: Apa pesan Anda kepada orang-orang yang berpendidikan tinggi,
mungkin para sarjana, yang mungkin gengsi dalam mencari pekerjaan?
Saya pikir kalau tidak adanya kompetensi untuk bisa diterima di pasar kerja, jangan
ragu untuk membekali diri lagi dengan peningkatan kompetensi melalui BLK atau
melalui LPK yang ditunjuk pemerintah. Kami punya sistem informasi
ketenagakerjaan.
Sistem inilah kami berharap teman-teman, semua yang berada di usia angkatan
kerja, masuk dalam sistem ini sehingga ter profiling dalam sistem ini.
Tinggal masuk dalam sistem ini, dia membutuhkan peningkatan kompetensi apa, di
mana pelatihan-pelatihan itu, tinggal masuk dan nanti akan disalurkan melalui
sistem yang kita bangun Wajib Lapor Ketenagakerjaan (WLKT).
Perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, bisa disalurkan lewat jalur ini. bisa
disambungkan secara sistem.
(Tribun Network/Dennis Destryawan).
Page 154 of 192.

