Page 150 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 150
JELANG PENETAPAN UMP 2022, GUBERNUR TAK AKAN AMBIL LANGKAH POPULIS
Gubernur atau kepala daerah dinilai tidak akan mengambil kebijakan yang populis untuk
mendulang popularitas menyusul rencana penetapan upah minimum atau UM pekan depan.
Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan para kepala daerah itu
cenderung memilih kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat ihwal kenaikan rata-
rata nilai UM yang dipatok sebesar 1,09 persen tahun depan.
"Walaupun ada kesan untuk mencari popularitas, banyak gubernur akan mengikuti apa yang
diminta oleh pemerintah pusat karena risikonya tidak besar," kata Hendri melalui sambungan
telepon, Selasa (16/11/2021).
Hendri beralasan kecenderungan itu menyusul momentum pemulihan ekonomi nasional di
tengah pelandaian kurva pandemi Covid-19. Di sisi lain, kata dia, sebagian besar gubernur juga
memiliki kepentingan dengan para pengusaha di daerah. "Jalan tengah yang paling baik menurut
saya mengikuti pusat, kepentingannya kan bukan hanya mencari popularitas dengan pekerja,"
kata dia.
Pemerintah pusat mengancam bakal memberhentikan secara permanen gubernur atau kepala
daerah yang tidak mengikuti formulasi penghitungan upah minimum (UM) sesuai dengan
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang menjadi turunan
Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan sanksi itu diambil untuk memastikan
program strategis nasional ihwal UM dapat ditaati oleh setiap daerah. Harapannya, kata Ida,
penetapan UM yang mengacu pada formula baku dalam PP itu dapat menciptakan iklim usaha
yang berdaya saing dan kondusif bagi pengusaha.
"Mendagri sudah menyampaikan surat kepada gubernur terkait ketentuan upah minimum, dalam
surat tersebut juga disampaikan sanksi kepada gubernur atau kepala daerah yang tidak
memenuhi kebijakan pengupahan ini," kata Ida saat mengadakan konferensi pers secara daring,
Selasa (16/11/2021).
Ida memerinci sanksi administrasi itu di antaranya teguran tertulis, pemberhentian sementara
hingga pemberhentian permanen. Adapun, landasan hukum dari sanksi itu tertuang dalam
Undang Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. "Ketentuan
penetapan upah minimum ini adalah program strategis nasional," kata dia.
149

