Page 154 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 154

agenda pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak," kata Menaker Ida Fauziyah dalam
              Raker dengan Komisi IX DPR RI Selasa (16/11).
              Menaker  menyambut  positif  hasil  pengukuran  IPK  2020  tersebut,  dan  mengatakn,  SDGs
              merupakan  suatu  rencana  aksi  global  yng  disepakati  oleh  para  pemimpin  dunia,  termasuk
              Indonesia.  Guna  mengakhiri  kemiskinan  dan  mengurangi  kesenjangan,  serta  melindungi
              lingkungan.

              Dengan meng-integrasikan SDGs ke IPK, lanjut Ida, maka hasil pengukuran IPK dapat digunakan
              juga  untuk  pencapaian  SDGs.  Sembilan  indikator  utama  IPK,  yakni;  Pertama;  perencanaan
              tenagakerja tahun 2019, sebesar 8,17 %, dan meningkat pada tahun 2020, menjadi 8,63 %.

              Indikator kedua; penduduk dan Tenagakerja pada 2019 sebesar 6,29 %, naik menjadi 6,68 %
              Ketiga; kesempatan kerja dari 10 % pada 2019 menjadi 10,3 % pada 2020. Indikator keempat;
              IPK pelatihan dan kompetensi kerja pada 2019, sebesar 8,1%, meningkat menjadi 10,26 %.
              Kelima:  produktivitas  tenagakerja  naik,  dari  4,33%  menjadi  5,08%.  Keenam;  hubungan
              industrial pada 2019 sebesar 3,52%, menjadi 3,63% pada 2020.

              Indikator ketujuh; kondisi lingkungan kerja pada 2019 sebesar 3,34%, menjadi 5,24% pada
              2020. Pengupahan dan kesejahteraan pekerja pada 2019 sebesar 8,88%, turun menjadi 8,59%
              IPK jaminan sosial tenagakerja pada 2019 sebesar 8,44%, naik menjadi 9,51% pada 2020.
              "Tujuan  pembangunan  ketenagakerjaan  berdasarkan  UU  nomor  13  tahun  2003,  adalah;
              memberdayakan  dan  mendayagunakan  tenaga  kerja  secara  optimal  dan  manusiawi.  Serta
              mewujudkan  pemerataan  kesempatan  kerja  dan  penyediaan  tenagakerja  sesuai  kebutuhan
              pembangunan  nasional  dan  daerah.  Juga  memberika  pelindungan  pada  tenagakerja  dalam
              mewujudkan  kesejahteraan  dan  meningkatkan  kesejahteraan  tenagakerja  dan  keluarganya,"
              papar Menaker.

              Disebutkan, 5 tujuan pengukuran IPK, yakni; Pertama, untuk mengetahui hasil pmbangunan
              ketenagakerjaan,  secara  keseluruhan,  maupun  program  disetiap  daerah.  Tujuan  kedua;
              menyusun peta pembangunan ketenagakerjaan.

              Tujuan  ketiga,  bahan  evaluasi  dan  penyusunan  kebijakan  dan  program  pembangunan
              ketenagakerjaan. Keempat; dasar pembinaan pembangunan ketenaga kerjaan di daerah. Tujuan
              kelima, dasar penyusunan program pembangunan ketenagakerjaan.

              [ira].


























                                                           153
   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159