Page 201 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 201

MENAKER: RATA-RATA KENAIKAN UPAH MINIMUM PROVINSI 1,09 PERSEN DI
              2022
              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah telah mengumumkan rata-rata kenaikan upah
              minimum provinsi (UMP) 2022 sebesar 1,09 persen.

              Namun, Ida menekankan angka pastinya pada setiap provinsi akan berbeda. Sebab nantinya
              gubernur yang akan menyesuaikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun
              2021 tentang Pengupahan.

              "Ini rata-rata nasional (kenaikan 1,09 persen). Gubernur harus menetapkan UMP paling lambat
              tanggal 21 November 2021, karena tanggal 21 November libur nasional maka penetapannya
              harus dilakukan paling lambat 1 hari sebelumnya, yaitu tanggal 20 November 2021," kata Ida
              dalam pernyataan resmi, Selasa (16/11).

              Terdapat suatu metode yang secara internasional digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya
              suatu upah minimum di suatu wilayah, yaitu dengan membandingkan besaran upah minimum
              yang berlaku dengan median upahnya (Kaitz Indeks).

              Menurut Ida, besaran upah minimum saat ini hampir di seluruh wilayah sudah melebihi median
              upah. Bahkan di Indonesia menjadi satu-satunya negara dengan Kaitz Indeks lebih besar dari 1.

              Kondisi upah minimum yang terlalu tinggi tersebut menyebabkan sebagian besar pengusaha
              tidak  mampu  menjangkaunya  dan  akan  berdampak  negatif  terhadap  implementasinya  di
              lapangan.

              "Hal  tersebut  sudah  sangat  terlihat  yaitu  dengan  upah  minimum  dijadikan  upah  efektif  oleh
              pengusaha sehingga kenaikan upah cenderung hanya mengikuti upah minimum tanpa didasari
              oleh kinerja individu. Hal ini kemudian membuat teman-teman SP/SB lebih cenderung menuntut
              kenaikan upah minum dibandingkan membicarakan upah berbasis kinerja," lanjutnya.

              UMP yang telah ditetapkan Menaker ini jelas jauh dibanding apa yang dituntut oleh asosiasi
              buruh yang meminta kenaikan 10 persen. Kendati demikian Ida mengeklaim bahwa kebijakan
              upah minimum ini sudah sesuai dengan PP No.36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

              "Kebijakan upah minimum ini ditunjukkan sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan
              serta untuk mendorong kemajuan ekonomi Indonesia melalui pengupahan yang adil dan berdaya
              saing," jelas Ida.
              "Semangat  dari  formula  upah  minimum  berdasarkan  PP  No.  36  Tahun  2021  adalah  untuk
              mengurangi kesenjangan upah minimum, sehingga terwujud keadilan antar wilayah," lanjutnya.

              Sumber: kumparan.com.



















                                                           200
   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206