Page 202 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 202
Judul Minta Kenaikan Upah, 2 Juta Buruh Siap Mogok Serentak Nasional
Pada Desember!
Nama Media akurat.co
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://akurat.co/minta-kenaikan-upah-2-juta-buruh-siap-mogok-
serentak-nasional-pada-desember
Jurnalis Ekonomi
Tanggal 2021-11-16 20:30:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) Mogok nasional direncanakan pada awal Desember 2021.
Tanggalnya kemungkinan tentatif yaitu 6 atau 8 Desember, namun belum ada keputusan resmi
dari semua gabungan serikat buruh
negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) Jadi mereka akan menghentikan proses produksi di
daerahnya masing-masing secara bergelombang. Salah satunya di Cianjur, Sukabumi, Bogor,
Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga puncaknya pada Desember 2021
neutral - Said Iqbal (Presiden KSPI) Berdasarkan hasil survei yang dilakukan KSPI di 10 provinsi,
di mana di tiap provinsi dilakukan survei di 5 pasar tradisional dengan menggunakan parameter
60 item Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sesuai UU No 13 Tahun 2003, didapatlah rata-rata
kenaikan UMK/UMP adalah 7%-10%
negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) Karena judicial review UU Cipta Kerja belum incrah, maka
Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang lama masih berlaku
neutral - Said Iqbal (Presiden KSPI) Bahkan jika menggunakan PP No 78 Tahun 2015, maka
kenaikan upah minimum adalah berkisar 6 persen. Hampir sama angka kenaikannya dengan
mengacu pada KHL
neutral - Said Iqbal (Presiden KSPI) Bila pemerintah dan pengusaha tidak mempertimbangkan
usulan buruh ini, maka akan ada aksi yang lebih luas dan lebih besar secara terus menerus
Ringkasan
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berencana akan melakukan aksi mogok serentak
secara nasional yang direncanakan pada Desember 2021. Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan
tuntutan utama pihaknya untuk menolak penerapan upah minimum oleh Kementerian
Ketenagakerjaan pada 2022 sebesar 1,09 persen.
201

