Page 247 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 247

Judul               UMP 2022 Naik 1,09 Persen, KSPI Tolak Mentah-mentah
                Nama Media          idxchannel.com
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://www.idxchannel.com/economics/ump-2022-naik-109-persen-
                                    kspi-tolak-mentah-mentah
                Jurnalis            Indra Purnomo
                Tanggal             2021-11-16 19:45:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 7.500.000
                News Value          Rp 22.500.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif



              Ringkasan

              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan pihaknya menolak
              rata-rata kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2022 sebesar 1,09%. Adapun Kementerian
              Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengumumkan rata-rata kenaikan UMP 2022 ini saat rapat
              bersama Komisi IX DPR, Senin kemarin.



              UMP 2022 NAIK 1,09 PERSEN, KSPI TOLAK MENTAH-MENTAH

              IDXChannel  -  Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  Said  Iqbal  mengatakan
              pihaknya  menolak  rata-rata  kenaikan  upah  minimum  provinsi  (UMP)  2022  sebesar  1,09%.
              Adapun Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengumumkan rata-rata kenaikan UMP
              2022 ini saat rapat bersama Komisi IX DPR, Senin kemarin.

              "Sikap KSPI menolak dengan tegas dan keras kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah
              dalam hal ini Menteri Ketenagakerjaan terkait dengan kenaikan upah minimun, yang kalau dilihat
              rata-rata kenaikan upah minimum untuk tahun 2022 baik UMP di tingkat provinsi maupun UMK
              nampaknya nanti UMK di tingkat kabupaten kota hanya 1,09%," ujar Said Iqbal dalam konferensi
              virtual, Selasa (16/11/2021).

              Said  mengatakan  pemerintah  dalam  hal  ini  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  yang
              menggunakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan adalah
              inkonstitusional. Menurutnya, istilah batas bawah dan batas atas tidak dikenal dalam PP dan
              merupakan aturan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

              "Karena  perintah  istilah  batas  bawah  batas  atas  dalam  upah  minimum  tidak  dikenal  dalam
              Omnibus  Law.  Kok  menjilat  ludahnya  sendiri.  Dasar  hukum  apa  yang  dipakai  oleh  menteri
              ketenagakerjaan untuk membuat batas bawah batas atas. Atau para menteri yang terlibat dalam
              pembuatan PP Nomor 36 sungguh membuat permufakatan jahat," katanya.

              "Saya ulangi lagi, para menteri yang terlibat dalam pembuatan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang
              pengupahan sungguh telah membuat permufakatan jahat. Rumusan atau formula kenaikan upah

                                                           246
   242   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252