Page 406 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 406

MENAKER: PENGUSAHA BAYAR UPAH DI BAWAH UMP DIKENAKAN SANKSI PIDANA

              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah mengingatkan bahwa pengusaha yang tidak membayar
              upah sesuai dengan ketentuan upah minimum baik Upah Minimum Provinsi (UMP) maupun Upah
              Minimum Kota (UMK) terancam sanksi pidana.

              Berdasarkan  Undang-Undang  Cipta  Kerja,  saat  ini  sudah  tidak  ada  lagi  penangguhan  upah
              minimum  sehingga  seluruh  perusahaan  wajib  membayar  upah  sekurang-kurangnya  sebesar
              upah minimum 2022 atau sebesar Upah Minimum Sektor (UMS) yang masih berlaku.

              "Bagi perusahaan yang membayar upah di bawah UM dikenakan sanksi pidana," kata Menaker
              Ida dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (16/11).

              Menaker  Ida  melanjutkan,  pengaturan  upah  pada  usaha  mikro  dan  kecil  dikecualikan  dari
              ketentuan upah minimum. Upah pada usaha mikro dan kecil disepakati antara pekerja atau buruh
              dengan  pengusaha.  Terdapat  pengaturan  upah  terendah  yang  dapat  disepakati  pada  Usaha
              Mikro dan Kecil.

              "Yaitu sekurang-kurangnya sebesar 50 persen dari rata-rata konsumsi atau 25 persen di atas
              garis kemiskinan," jelasnya.

              Menaker  Ida  melanjutkan,  penetapan  upah  minimum  yang  tidak  sesuai  dengan  peraturan
              perundangan  berpotensi  menurunkan  Indeks  daya  saing  Indonesia  khususnya  pada  aspek
              kepastian  hukum.  Kemudian,  menurunnya  kepercayaan  investor  terhadap  sistem  hukum
              Indonesia.

              "Apabila ditetapkan lebih tinggi dari ketentuan maka akan berpotensi terhambatnya perluasan
              kesempatan  kerja  baru,  terjadinya  substitusi  tenaga  kerja  ke  mesin  (otomatisasi  proses
              produksi), memicu terjadinya PHK dan mendorong terjadinya relokasi dari lokasi dari lokasi yang
              memiliki nilai UMK tinggi kepada lokasi yang memiliki nilai UMK yang lebih rendah," jelasnya.

              Selain itu, pengenaan upah yang lebih tinggi dibanding ketentuan akan mendorong tutupnya
              perusahaan, khususnya pada situasi pandemi Covid-19 saat ini. "Kemudian juga mempersempit
              ruang dialog kesepakatan upah serta penerapan struktur dan skala upah," tandas Menaker Ida.

              [idr].































                                                           405
   401   402   403   404   405   406   407   408   409   410   411