Page 443 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 443

COBA-COBA TELAT BAYAR THR, INI DENDA DAN SANKSI BERAT YANG DISIAPKAN
              PEMERINTAH UNTUK PENGUSAHA NAKAL
              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan, pembayaran THR untuk tahun 2021 harus
              diberikan  paling  lambat  7  hari  sebelum  hari  raya  keagamaan.  Jadi,  bagi  perusahaan  yang
              mangkir dalam pembayaran tunjangan hari raya (THR) akan mendapatkan denda dan sanksi
              dari Kementerian Ketenagakerjaan.

              Ida menegaskan, pemerintah sudah memberikan dukungan kepada pengusaha untuk mengatasi
              dampak pandemi covid-19. Hal ini agar ekonomi masyarakat bergerak seiring dengan kebijakan
              pemerintah untuk penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

              "Untuk  itu  diperlukan  komitmen  pengusaha  untuk  membayar  THR  secara  penuh  dan  tepat
              waktu," ujar dia dalam konferensi pers virtual, Senin (12/4).

              Seperti diketahui, dalam PP Nomor 36 Tahun 2021, Pasal 9 menyatakan, tunjangan hari raya
              (THR) keagamaan wajib diberikan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh. Tunjangan hari raya
              keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

              Ida pun mendorong kepala daerah untuk memastikan perusahaan membayar THR keagamaan
              kepada  pekerja/buruh  sesuai  ketentuan  peraturan  perundang-undangan.  Mewajibkan
              pengusaha yang tidak mampu membayar THR agar melakukan dialog dengan pekerja/buruh
              untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan disertai itikad baik.

              Kesepakatan dibuat secara tertulis mengenai waktu pembayaran THR keagamaan dengan syarat
              paling  lambat  dibayar  sebelum  hari  raya  keagamaan  tahun  2021  pekerja/buruh  yang
              berdasarkan laporan keuangan internal perusahaan yang transparan.

              "Laporan keuangan 2 tahun terakhir. Kalau ada perusahaan yang tidak memiliki kemampuan
              membayar sesuai dengan ketentuan tersebut, maka dia harus melaporkan pembicaraan bipartit
              nya kepada dinas ketenagakerjaan sebelum H - 7, karena kelonggaran yang diberikan hanya
              sampai H - 1 hari raya Idul Fitri," terang Ida.

              Kesepakatan  tersebut  tidak  menghilangkan  kewajiban  pengusaha  untuk  membayar  THR
              keagamaan  tahun  2021  kepada  pekerja/buruh  dengan  besaran  sesuai  ketentuan  peraturan
              perundang-undangan. Selanjutnya, hasil kesepakatan dilaporkan kepada dinas ketenagakerjaan
              setempat.

              "Berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait dengan denda, pengusaha yang
              terlambat membayar THR keagamaan pada pekerja/buruh dikenai denda sebesar 5 persen dari
              total  THR  yang  harus  dibayar  sejak  berakhirnya  batas  waktu  kewajiban  pengusaha  untuk
              membayar," jelas Ida dikutip Kontan.co.id.

              Pengenaan denda tersebut tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk tetap membayar
              THR  keagamaan  kepada  pekerja/buruh.  Pengusaha  yang  tidak  membayar  THR  keagamaan
              kepada pekerja/buruh dalam waktu yang ditentukan, paling lambat 7 hari sebelum hari raya
              keagamaan dikenakan sanksi administratif.

              Sanksi  administratif  tersebut  sesuai  Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang
              Pengupahan yakni Pasal 9 ayat 1 dan ayat 2 dan Permenaker 6 tahun 2016.

              Pengenaan  sanksi  administratif  tidak  menghilangkan  kewajiban  pengusaha  atas  denda
              keterlambatan membayar THR keagamaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang -
              undangan.




                                                           442
   438   439   440   441   442   443   444   445   446   447   448