Page 446 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 446

Ringkasan

              TAHUN ini, pekerja dan buruh bisa sedikit bernafas lega dalam mempersiapkan kebutuhan di
              Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah menetapkan tunjangan hari raya (THR) wajib dibayar penuh
              tanpa  dicicil.  Hal  ini  tertera  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Nomor  M/6/  HK.04/IV/2021  tentang
              Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di
              Perusahaan. SE tersebut ditujukan langsung pada para Gubernur di seluruh Indonesia.



              THR DIBAYARKAN MAKSIMAL TUJUH HARI SEBELUM LEBARAN

              TAHUN ini, pekerja dan buruh bisa sedikit bernafas lega dalam mempersiapkan kebutuhan di
              Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah menetapkan tunjangan hari raya (THR) wajib dibayar penuh
              tanpa dicicil.

              Hal  ini  tertera  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Nomor  M/6/  HK.04/IV/2021  tentang  Pelaksanaan
              Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE
              tersebut ditujukan langsung pada para Gubernur di seluruh Indonesia.

              Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  mengatakan,  pemberian  THR  keagamaan
              merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh.

              Di mana, THR ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam
              merayakan hari raya keagamaan.

              "THR merupakan non upah yang wajib dibayar pengusaha kepada pekerja atau buruh," ujarnya
              dalam temu media, kemarin (12/4).

              Pembayaran THR ini, lanjut dia, harus dilakukan maksimal seminggu atau tujuh hari sebelum
              hari raya keagamaan tiba. Meski begitu, ada kelonggaran yang diberikan oleh pemerintah bagi
              perusahaan yang tak mampu membayar THR karena masih terdampak pandemi. Perusahaan-
              perusahaan tersebut diberikan waktu maksimal sehari sebelum lebaran tiba.

              Namun, dengan catatan, ada kesepakatan atau pembahasan secara bipartite terlebih dahulu
              antara pengusaha dan pekerja. Selain itu, perusahaan juga diwajibkan untuk membuka laporan
              keuangan mereka secara transparan pada pekerja.

              "Ini berdasarkan laporan keuangan internal selama dua tahun terakhir. Harus dibuka secara
              transparan," ungkapnya.

              Setelah  dicapai  kesepakatan,  perusahaan  wajib  menyerahkan  hasil  dialog  pada  dinas
              ketenagakerjaan  setempat.  Ida  juga  meminta  agar  gubernur  dan  bupati/wali  kota  untuk
              mengawasi.

              "Kesepakatan  tersebut  harus  dipastikan  tidak  sampai  menghilangkan  kewajiban  pengusaha
              untuk membayar THR 2021 dengan besaran sesuai ketentuan," ungkapnya.

              Pembayaran THR keagamaan sendiri diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai
              masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih. THR keagamaan juga diberikan kepada
              pekerja/buruh  yang  mempunyai  hubungan  kerja  dengan  pengusaha  berdasarkan  perjanjian
              kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

              Terkait jumlah besaran, bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus
              menerus atau lebih, THR diberikan sebesar 1 bulan upah. Sementara, bagi pekerja/buruh yang

                                                           445
   441   442   443   444   445   446   447   448   449   450   451