Page 448 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 448
Terpisah, Direktur Eksekutil INDEF Tauhid Ahmad menuturkan, tak seluruh sektor
memungkinkan untuk membayai THR lunas. Hal itu didasarkan pada kinerja beberapa sektoi
yang belum sepenuhnya pulih.
''Yang memungkinkan misalnya sektor telekomunikasi; sebagian mamin, jasa kesehatan,
sebagian di pendidikan juga saya rasa masih mampu. Industri dan di beberapa sektor lain belum
pulih. Misalnya industri, angkutan, hotel dar restoran juga belum bisa,' ujarnya pada koran ini.
Tauhid menjelaskan, THP adalah kewajiban. Namun perlu juga dipikirkan kondis: jangka panjang
yang akan dihadapi. Jika perusahaan merasa kesulitan karena bisnisya belum pulih, tentu harus
ada win win solutions dari pelaku usaha dan karyawan.
Win win solutions bukan berarti meniadakan THR, namur. lebih kepada mekanisme pembayaran
THR yang barangkali bisa dicicil. "Atau dibayarkan sampai pengusaha itu mampu. Paling tidak
dalam beberapa waktu terdekat," katanya.
Kebijakan itu semestinya bisa dipertimbangkan agar sustain-ability perusahaan juga bisa long
term. Sehingga, negosiasi sangat mungkin dilakukan oleh kedua belah pihak. Namun, dia
menekankan bahwa perusahaan tetap wajib membayarkan THR pada seluruh karyawannya.
Tauhid melanjutkan, perbaikan ekonomi bisa saja terjadi di moman Ramadan dan Idul Fitri 2021.
Meski dia memproyeksi tak akan banyak perubahan jika dibandingkan dengan momen Ramadan
dan Lebaran tahun lalu.
''Karena kalau kita lihat daya beli juga masih tertekan. Itu tercermin dari inflasi 1,37 persen yoy
di bulan Maret, itu masih rendah. Kalau sekitar 2 persen bisa, tapi kalau masih segitu ya belum
pulih. Mungkin saja ada kenaikan daya beli, tapi ya tentu belum bisa menyamai kondisi normal,
apalagi masih ada pandemi," urainya. (mia/agf/dee/JPG/r6)
BESARAN THR UNTUK PEKERJA
447

