Page 53 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 53

Title          SENIN, RUU OMNIBUS LAW CIPTA LAPANGAN KERJA MASUK DPR
               Media Name     beritasatu.com
               Pub. Date      02 Februari 2020
                              https://www.beritasatu.com/politik/598350/senin-ruu-omnibus-law-cipta- lapangan-
               Page/URL
                              kerja-masuk-dpr
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive






               Jakarta,  RUU  Omnibus Law  Cipta Lapangan Kerja direncanakan akan diterima DPR
               pada Senin (3/2/2020) besok. DPR berencana akan langsung menggelar paripurna
               untuk memutuskan pembahasan RUU tersebut.


               "Informasi yang kami terima dari pimpinan DPR, mudah-mudahan Senin bisa masuk
               naskahnya. Andaikata sudah masuk drafnya dan Surat Presiden (Surpres),
               pembahasannya sudah bisa di DPR. Itu bisa langsung dibahas di paripurna karena hari
               Senin kita ada agenda paripurna. Kalau sudah paripurna, bisa masuk pembahasan
               internal di DPR," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena di Jakarta, Minggu
               (2/2/2020).


               Ia menjelaskan setelah bahannya diterima, akan diputuskan oleh DPR apakah dibahas
               hanya Badan Legislasi (Baleg) atau satu komisi saja atau gabungan komisi, atau perlu
               bentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membahasnya.

               "Setelah pimpinan DPR memutuskan dan pimpinan fraksi di Badan Musyawwrah
               (Bamus) memutuskan, nantinya akan dibagi, dipecah sesuai  cluster  atau bagaimana
               para pimpinan memutuskan. Ada 11  cluster  . Intinya kan prosesnya berjalan,
               substansi kita bahas baik nanti disatukan pimpinan memutuskan," jelasnya.


               Dia memastikan pembahasan akan melibatkan buruh. Selama ini sudah banyak buruh
               yang beraudensi dengan Komisi IX DPR, termasuk buruh yang menggelar demonstrasi.
               Namun Komisi IX belum bersikap selama ini karena belum menerima naskahnya.

               "Jadi begini, jangankan buruh, pekerja kita kan ada formal dam informal. Pekerja formal
               plus minus 57 juta, informal 74 juta. Yang dari formal ada  cluster  buruhnya kan,
               semua akan kita undang. Jadi baik buruh maupun pekerja formal lain, maupun pekerja
               informal misal warung atau pekerja informal lain akan kita undang. Intinya sedapat
               mungkin dari berbagai kelompok pekerja akan kita undang," jelas Melki juga politisi dari
               Partai Golkar ini.

               Dia mengaku sudah mendapatkan poin-poin utamanya. Namun belum bisa berbicara
               banyak karena belum mendapatkan detail-detail terkait isu utama dalam RUU tersebut.

                "Sampai sekarang kami belum bisa membahas detail poin-poinya karena draftnya
               belum kami terima. Karena belum terima jadi tidak bisa bicara asumsi bagaimana
               outsourcing  , upah per jam, atau Upah Minimum Provinsi (UMP). Kami belum bisa
               berbicara dalam pengertian subtansi karena bahannya belum kami terima," tutup Laka
               Lena..





                                                       Page 52 of 186.
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58