Page 118 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JANUARI 2020
P. 118

Title          POLEMIK DAN KLARIFIKASI PEMERINTAH SOAL RUU OMNIBUS LAW CIPTA LAPANGAN
                              KERJA
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      22 Januari 2020
               Page/URL       https://nasional.kompas.com/read/2020/01/22/14114001/polemik-dan-klari fikasi-
                              pemerintah-soal-ruu-omnibus-law-cipta-lapangan-kerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative






               Draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja disebut
               telah beredar ke publik. Sejumlah pasal di dalam draf tersebut pun menuai polemik.

               Salah satunya yaitu rencana penerapan skema upah per jam. Seperti diketahui,
               sistem pengupahan yang berlaku saat ini adalah upah minimum, bukan upah per
               jam.

               Dilansir dari Kontan.co.id, Sekretaris Menteri Koordinator Bidan Perekonomian
               Susiwijono menjelaskan, skema upah per jam hanya berlaku bagi jenis pekerjaan
               tertentu seperti konsultan hingga pekerja paruh waktu.

               Skema baru ini diyakini dapat mengakomodasi jenis pekerjaan baru bagi industri
               ekonomi digital. Namun, skema pengupahan baru ini justru ditolak oleh aliansi
               buruh.

               Bahkan, mereka sampai turun ke jalan untuk meminta agar Dewan Perwakilan
               Rakyat (DPR) dan pemerintah tidak melanjutkan pembahasan RUU tersebut, karena
               berpotensi merugikan buruh.

               "Ini murni gerakan buruh. Tidak ada motif politik apa pun di belakangnya," tegas
               Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal di Kompleks
               Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020).

               Ada enam hal yang menjadi dasar penolakan buruh terhadap RUU tersebut. Selain
               persoalan pengupahan, ada pula wacana penghapusan pesangon dan diganti
               dengan tunjangan PHK yang jumlahnya jauh lebih kecil.

               Kemudian, kekhawatiran banjirnya tenaga kerja asing yang tidak memiliki
               keterampilan, hilangnya sanksi bagi perusahaan yang membayar upah pekerja di
               bawah upah minimum, hilangnya jaminan kesehatan dan pensiun akibat berlakunya
               skema upah per jam, hingga sistem outsourching yang lebih bebas.

               Iqbal menyebut, sebelumnya pihaknya telah bertemu dengan Menteri Koordinator
               bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang
               Kartasasmita dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauzia untuk membahas sejumlah
               hal pokok yang akan diatur di dalam RUU tersebut.




                                                      Page 117 of 152.
   113   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123