Page 122 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JANUARI 2020
P. 122
Title DAMPAK RIIL OMNIBUS LAW BARU TERLIHAT 2021-2022
Media Name bisnis.com
Pub. Date 22 Januari 2020
https://ekonomi.bisnis.com/read/20200122/9/1192919/dampak-riil-omnibus -law-baru-
Page/URL
terlihat-2021-2022
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA - Wacana pemerintah memudahkan proses investasi dan menggeliatkan
pertumbuhan ekonomi melalui omnibus law diyakini baru akan terasa pada 2021-
2022.
Menurut Ekonom DBS Indonesia Masyita Crystallin rencana pemerintah menerapkan
omnibus law untuk sejumlah sektor guna menggeliatkan perekonomian Indonesia
sampai lima tahun ke depan, dinilai baru akan terasa dampaknya pada 2021.
Diakuinya, omnibus law memang telah menggairahkan keyakinan konsumen, meski
belum tentu meyakinkan kegiatan dunia usaha. Dia beralasan, dinamika omnibus
law masih akan berlanjut di DPR-RI, sehingga dunia usaha masih menunggu
dinamika dari omnibus law tersebut.
"Kuncinya ada di 2020 ini, sentimen [positifnya] sudah ada. Dampak ke riil baru
terasa 2021," ujar Masyita saat ditemui di DBS Office Capital Place, Rabu
(22/1/2020).
Dia memerinci, dampak ke ekonomi riil dari omnibus law ini sepanjang 2020 akan
terlihat dari geliat financial flow masuk ke Indonesia. Sebagai contoh, jika omnibus
law ikut menurunkan beban pajak, maka ini diyakini Masyita bisa menjadi
pengungkit bagi masuknya investasi baru sehingga bisa secara perlahan mendorong
tercapainya target investasi lima tahun ke depan sampai dua digit.
"Namun apakah dengan omnibus law ini bisa mendorong PDB kita ke 5,5% itu
belum tentu, karena itu harus kembali lagi kepada rincian dalam omnibus law itu
seperti apa," sambung Masyita.
Dia menyebut, salah satu omnibus law yang dibutuhkan dalam waktu cepat adalah
omnibus law cipta lapangan kerja. Dia beralasan, sejumlah industri dalam negeri
harus belajar dari keteralihan investor ke negara lain karena Undang-Undang
Ketenagakerjaan di Indonesia yang kalah kompetitif dibandingkan negara lain.
Page 121 of 152.

