Page 120 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JANUARI 2020
P. 120
Title JANGAN SAMPAI PEMBURU RENTE IKUT DALAM PEMBAHASAN OMNIBUS LAW
Media Name jpnn.com
Pub. Date 22 Januari 2020
https://www.jpnn.com/news/jangan-sampai-pemburu-rente-ikut-dalam-pemba hasan-
Page/URL
omnibus-law
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Zainuddin Maliki mengingatkan
pemerintah dan DPR mewaspadai penumpang gelap dalam pembahasan Rancangan
Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dan Sistem Perpajakan.
Dua rancangan itu masuk dalam 50 RUU Program Legislasi Nasional (Prolegnas)
Prioritas Tahun 2020 yang disetujui Rapat Paripurna DPR ke 8, Masa Sidang II,
Tahun Sidang 2019-2020, Rabu (22/1), di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Karena kedua RUU itu menjadi prioritas 2020, Zainuddin menjagak semuanya
menjadikan omnibus law sebagai regulasi yang memiliki semangat keseimbangan
antara investor asing dan dalam negeri, kepentingan UMKM dan pemodal kuat, serta
pengusaha dan kaum buruh.
"Kami mengajak semua pihak menjadi omnibus law nanti yang membahas atau
mengatur bidang investasi nanti mampu menjaga agar dignity, muruah dan
kedaulatan bangsa tidak akan tercabik-cabik," kata Zainuddin dalam Rapat
Paripurna DPR, Rabu (22/1).
Zainuddin juga mengajak untuk mewaspadai kemungkinan munculnya penumpang
gelap omnibus law. Ia menegaskan penumpang gelap itu adalah pemburu rente
atau pelaku pasar yang bermoral hazard.
Karena itu, ujar Zainuddin, mengingat Omnibus Law Cipta Lapngan Kerja, dan
Sistem Perpajakan telah ditetapkan sebagai prioritas 2020, pemerintah dan DPR
harus mencegah pemburu rente mencampuri pembahasan."Saya dari Fraksi PAN
mengajak diri saya sendiri, pemerintah, DPR, masyarakat, mencegah campur tangan
pemburu rente, kalau ingin menghasilkan omnibus law memajukan kesejahteraan
umum dan tidak menyengsarakan rakyat," paparnya.
Ia mengatakan bagi para pemburu rente, yang dipikirkan hanya keuntungan.
Pemburu rente tidak peduli apakah cara mereka meraih keuntungan itubedampak
pada melemahnya, posisi kaum buruh, petani dan nelayan, sehingga semakin lemah
dan terdesak.
Page 119 of 152.

