Page 351 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 351

Angkatan  Muda  Pembaharuan  Indonesia  (AMPI)  mendorong  agar  klausul  yang  saling
              menguntungkan antara start-up dan patner bisnis dapat diatur dalam RUU Cipta Kerja yang kini
              tengah dibahas oleh DPR.

              Senin,  20  Juli  2020  -  19:27    "Jika  diperlukan,  tak  ada  salahnya  ditambahkan  klausul  buat
              perusahaan-perusahaan yang bergerak dengan prinsip sharing economy ini agar antara start-
              up dan patner bisnis bisa sama-sama merasa nyaman," kata Keua Umum AMPI Dito Ariotedjo,
              Selasa (21/7/2020).
              Dito mengatakan, transformasi digital yang dilakukan harus disesuaikan dengan pendekatan
              yang  serasi  terhadap  pengembangan  dunia  start-up.  Karena  start-up  juga  menciptakan
              lapangan pekerjaan yang tidak sedikit, terutama bagi anak muda.

              Senin,  20  Juli  2020  -  19:01        Karenanya,  butuh  pendekatan  yang  sedikit  berbeda  dalam
              membuat payung hukum bagi start-up. Sebab, start-up rata-rata bergerak dalam prinsip-prinsip
              sharing economy, di mana aktivitasnya lebih banyak bersifat patnership, bukan relasi karyawan
              dan pengusaha.

              "Karenanya,  antara  start-up  dan  patner  bisnis  harus  sama-sama  nyaman.  Sementara  soal
              karyawan yang murni pekerja start-up, aturan mainya bisa disamakan dengan pekerja formal
              lainya," ucap Dito.

              Minggu, 19 Juli 2020 - 07:36  Dito meyakini, seluruh fraksi partai politik di DPR, khususnya
              Fraksi  Golkar  yang  berazaskan  kerakyatan,  akan  mendahulukan  kepentingan  negara.
              Karenanya,  kata  Dito,  dampak  positif  terhadap  ekonomi  harus  diyakini  sebagai  hasil
              pembahasan RUU Cipta Kerja.

              "Pembahasan saat ini memang masih mencari jalan terbaik dan titik kompromi pada beberapa
              pasal  yang  fundamental  berhubungan  dengan  tenaga  kerja.  Karena  kemudahan  investasi
              menjadi salah satu jargon dari RUU ini, di mana dari investasi tersebut juga akan langsung
              berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia," ucap Dito. (yay).





































                                                           350
   346   347   348   349   350   351   352   353   354   355   356