Page 353 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 353
Ringkasan
Tinjau Pelaksanaan One to Many di Kantor Cabang Jajaran Sumbagsel
Dunia usaha menjadi salah satu sektor yang paling terdampak Covid-19, sebab tak sedikit dari
pemberi kerja yang terpaksa mem-PHK tenaga kerjanya. Tingginya jumlah PHK tersebut turut
berpengaruh pada peningkatan jumlah klaim Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola BPJS
Ketenagakerjaan (BPJamsostek).
ANTISIPASI LONJAKAN PHK DIREKSI BPJAMSOSTEK ROADSHOW
Tinjau Pelaksanaan One to Many di Kantor Cabang Jajaran Sumbagsel
Dunia usaha menjadi salah satu sektor yang paling terdampak Covid-19, sebab tak sedikit dari
pemberi kerja yang terpaksa mem-PHK tenaga kerjanya. Tingginya jumlah PHK tersebut turut
berpengaruh pada peningkatan jumlah klaim Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola BPJS
Ketenagakerjaan (BPJamsostek).
Menyikapi hal tersebut Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto mengungkapkan terhitung
hingga Juni 2020, secara nasional jumlah pengajuan klaim JHT (Jaminan Hari Tua) mencapai
1,15 juta kasus atau meningkat 10 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rpl4,35 Triliun atau
meningkat 16 persen (yoy).
Jika dilihat dari pengajuan klaim sepanjang bulan Juni 2020, terjadi lonjakan sebesar 131 persen
atau sebanyak 287,5 ribu dengan nominal Rp3,51 Triliun. Jumlah tersebut meningkat 129
persen lebih besar dibanding pengajuan klaim JHT sepanjang bulan Juni tahun 2019 yaitu
sebanyak 124,5 ribu pengajuan klaim JHT.
Namun Agus menyatakan BPJamsostek telah siap untuk menghadapi gelombang PHK di tengah
pandemi ini. BPJamsostek telah menyediakan berbagai kanal klaim yang dapat digunakan oleh
peserta melalui protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK ASIK), yang terdiri dari kanal
online, offline dan kolektif.
Protokol LAPAK ASIK yang telah diperkenalkan sejak bulan Maret lalu melalui kanal online
antrian. bpjsketenagakerjaan.go.id terus mendapatkan rcspon positif dari peserta maupun para
pemangku kepentingan.
Bahkan kini peserta yang mengalami kesulitan mengakses LAPAK ASIK online, dapat dilayani
langsung di kantor cabang BPJamsostek di seluruh Indonesia, karena LAPAK ASIK juga memiliki
kanal offline, namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.
Guna memastikan pelayanan LAPAK ASIK offline berjalan dengan baik, Agus meninjau bersama
dengan Anggota Dewan Pengawas Rekson Silaban meninjau Kantor BPJamsostek Cabang
Palembang.
"LAPAK ASIK offline ini tetap tidak mempertemukan petugas BPJamsostek dan peserta secara
langsung, sebab telah disediakan bilik- bilik yang dilengkapi layar monitor yang terhubung
dengan petugas secara video con-ference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi
data,"ungkap Agus.
Agus juga menambahkan melalui metode tersebut, setiap petugas Custo-mer Service Officcr
(CSO) mampu melayani 4-6 orang sekaligus dalam waktu bersamaan yang disebut 'One to
Many". Sehingga secara tidak langsung kemampuan penyelesaian klaim meningkat dan physical
dLstancing tetap terjaga.
352

