Page 148 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 JANUARI 2020
P. 148

Title          APINDO: OMNIBUS LAW DONGKRAK PERTUMBUHAN EKONOMI JADI 6 PERSEN
               Media Name     sinarharapan.co
               Pub. Date      24 Januari 2020
                              https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/12598/apindo__omnibus_law_don
               Page/URL
                              gkrak_pertumbuhan_ekonomi_jadi_6_persen
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menilai penerapan
               Omnibus Law dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai 6
               persen.

               "Saya yakin kalau efektif satu tahun sejak diundangkan, pertumbuhan ekonomi kita
               akan lebih dari 6 persen. Yakin. Karena itu yang selama ini 'engine' pertumbuhan kita
               berat banget, semua yang tadinya tidak produktif, menjadi produktif," kata Hariyadi di
               Jakarta, Kamis.

               Hariyadi menjelaskan bahwa usaha kecil dan menengah (UKM) dan industri manufaktur
               menjadi sektor yang diprediksi tumbuh signifikan dengan penerapan Omnibus Law.

               Menurut dia, Omnibus Law yang tengah dimatangkan pemerintah ini tidak hanya
               membuka akses investasi ke dalam negeri saja, tetapi juga akan menciptakan lapangan
               pekerjaan. Sektor UKM diperkirakan mengalami transformasi besar-besaran dan
               menyerap banyak tenaga kerja.

               Selain pada UKM, angkatan kerja Indonesia yang saat ini jumlahnya sekitar 130 juta
               orang, akan banyak terserap pada industri manufaktur. Industri ini diprediksi bahkan
               memberikan kontribusi hingga 30 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)
               Nasional.

               "Sekarang itu indeks manufaktur kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi sekitar
               24 persen. Kalo itu (Omnibus Law) terjadi, bisa lebih dari itu. Saya rasa bisa ke 30
               persen mungkin," ujar dia.

               Hariyadi menambahkan bahwa industri manufaktur akan mengalami konversi di mana
               perusahaan besar tidak lagi menjadi pemain utama dalam industri ini, melainkan UKM.

               Sebagian besar proses produksi barang akan dikerjakan oleh UKM, sementara
               perusahaan manufaktur akan lebih fokus ada sistem manajemen dan pemasaran, serta
               berperan sebagai "offtaker".

               "Ini sudah mulai terjadi. Pemainnya adalah usaha UKM, yang tadinya mereka pemain
               besar bidang ini, mereka akan lebih kepada menjaga kualitas dan mengambil barang
               offtaker, tetapi udah tidak mau pegang produksinya lagi," jelas Hariyadi.





                                                      Page 147 of 163.
   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153