Page 139 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2019
P. 139

Penempatan melalui skema EPS meliputi 5 sektor, yaitu Manufaktur, Konstruksi,
               Jasa, Perikanan, dan Pertanian. Hanya saja, hingga saat ini Indonesia baru
               menempatkan di sektor Manufaktur dan Perikanan.


               Perundingan pembaharuan dokumen MoU oleh Indonesia dan Korea sendiri telah
               berlangsung sejak tahun 2015. Lamanya proses negosiasi disebabkan adanya usulan
               revisi/tambahan klausul untuk dapat meningkatkan perlindungan PMI. Sementara,
               format MoU penempatan EPS ini sudah template utk ke-16 negara pengirim,
               termasuk Indonesia.

               "Pada prinsipnya, Indonesia dapat menyetujui substansi teknis di dalam counter-
               draft MoU yang telah disampaikan oleh pihak Korea sebelumnya, tetapi masih
               terdapat beberapa poin substansi legal drafting yang perlu mendapatkan
               kesepakatan dari kedua belah pihak," ucap Ida.

               Plt.Dirjen Binapenta dan PKK, Aris Wahyudi menambahkan, Kemnaker memandang
               bahwa Pemerintah RI dan Pemerintah Republik Korea memiliki keinginan yang sama
               untuk segera menyelesaikan proses pembaruan dokumen MoU EPS.

               Counter-draft MoU dari Pemerintah Indonesia telah disampaikan secara resmi
               kepada pihak Pemerintah Korea. Hingga saat ini, Pemerintah Korea belum
               menyampaikan tanggapannya terhadap counter-draft MoU dari Pemerintah
               Indonesia.


               "Sebagai upaya untuk percepatan finalisasi pembaruan MoU, maka Pemerintah
               Indonesia melalui Atnaker RI di Korea telah meminta pihak Ministry of Employment
               and Labor of Korea untuk melakukan bilateral meeting secepatnya," kata Aris.


               Pada hari yang sama, Menaker Ida Fauziyah juga menerima kunjungan Dubes RI
               LBBP Untuk Selandia Baru Merangkap Samoa dan Kerajaan Tonga, Tantowi Yahya.
               Selain silaturahmi, pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral
               kedua negara, khususnya dalam bidang ketenagakerjaan.

               Turut hadir mendampingi Menaker, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri, Indah
               Anggoro Putri dan Direktur PPTKLN, Eva Trisiana.


























                                                      Page 138 of 211.
   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144