Page 155 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 MARET 2020
P. 155
Title DI TENGAH COVID-19, BPJAMSOSTEK JAKARTA GAMBIR TETAP PROSES KLAIM
Media Name mediaindonesia.com
Pub. Date 24 Maret 2020
https://mediaindonesia.com/read/detail/298672-di-tengah-covid-19-bpjam sostek-
Page/URL
jakarta-gambir-tetap-proses-klaim
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
BPJAMSOSTEK Cabang Jakarta Gambir akan tetap memberikan layanan terbaik
kepada peserta meskipun dalam kondisi layanan terbatas akibat pandemik korona.
Kebijakan manajemen bagi seluruh karyawan khususnya Wilayah DKI Jakarta untuk
melakukan Work From Home tersebut terhitung mulai hari Selasa, 24 Maret 2020
sampai dengan 4 April 2020.
Kebijakan tersebut diambil sesuai dengan keputusan pemerintah setempat yang
ditegaskannya dalam Seruan Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 2
Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Kegiatan Perkantoran dalam Rangka
Mencegah Penyebaran Wabah Coronavirus Disease (COVID-19).
Dengan kondisi terkait, BPJAMSOSTEK berkomitmen untuk tetap melayani peserta
dengan prima, baik kepada peserta klaim maupun kepesertaan perusahaan yang
memanfaatkan layanan digital semaksimal mungkin, sehingga insan BP Jamsostek
dapat melaksanakan pekerjaan dari rumah.
"Kanal-kanal digital yang sudah ada seperti BPJSTKU, Antrian Online, SIPP (Sistem
Informasi Pelaporan Peserta) Onllne , dan electronic payment system , akan
tetap memudahkan peserta dalam mengakses layanan dari BPJS Ketenagakerjaan,"
Singgih Marsudi, Kepala Kantor Cabang Jakarta Gambir di Jakarta, Selasa (24/3).
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, tim kami akan bekerja semaksimal mungkin
memberikan pelayanan jaminan sosial ketenagakerjaan" tutur Singgih Marsudi,
Kepala Kantor Cabang Jakarta Gambir.
Menurut Singgih, untuk peserta yang akan mengajukan klaim, dapat mengakses
layanan antrian online dan mengirimkan dokumen persyaratan dalam bentuk soft
file .
Setelah itu, petugas akan melakukan verifikasi dokumen dokumen yang telah
dikirimkan. Sedangkan untuk perusahaan, dapat mengakses layanan SIPP Online
dan dapat menghubungi pembina masing-masing.
Dengan adanya kebijakan ini, kata Singgih, tidak ada lagi kontak secara langsung
antara peserta dan karyawan BPJS Ketenagakerjaan, sehingga diharapkan dapat
Page 154 of 164.

