Page 493 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 493

ANIES BASWEDAN MINTA MENAKER TINJAU ULANG FORMULA PENETAPAN UMP
              DKI JAKARTA 2022
              Gubernur  DKI  Jakarta  Anies  Baswedan  meminta  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziah  agar
              meninjau  ulang  formula  penetapan  Upah  Minimum  Provinsi  (UMP)  2022.  Permintaan  Anies
              dituangkan dalam surat kepada Menaker terkait usulan peninjauan kembali formula penetapan
              UMP, Senin, 22 November 2021.

              Anies menjelaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharuskan untuk menerapkan penghitungan
              UMP sama persis atau sesuai dengan formula Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021. Hal
              itu dituangkan kembali menjadi Keputusan Gubernur Nomor 1395 tahun 2021 tentang Upah
              Minimum Provinsi Tahun 2022.

              "Kami  mengusulkan  dan  mengharapkan  kepada  Ibu  Menteri  untuk  dapat  meninjau  kembali
              formula penetapan UMP sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021
              tentang Pengupahan," kata Anies, dikutip PotensiBisnis.com dari laman ANTARA News, Senin,
              29 November 2021.

              Menurutnya, usulan peninjauan formula penetapan UMP itu agar dapat memenuhi asas keadilan
              dan hubungan industrial yang harmonis.

              "Sehingga kesejahteraan pekerja atau buruh dapat terwujud," ujarnya.

              Anies menyampaikan, Pemprov DKI diharuskan untuk menetapkan atau mengumumkan sebelum
              tanggal 21 November 2021. Menurut Anies, keputusan Gubernur dibuat semata-mata agar tidak
              melanggar ketentuan di atas.

              "Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melihat ada ketidaksesuaian dan tidak terpenuhinya
              rasa  keadilan  antara  formula  penetapan  UMP  dari  Kementerian  Ketenagakerjaan  Republik
              Indonesia dengan kondisi senyatanya di lapangan," jelasnya.

              Anies  menegaskan,  berdasarkan  formula  dari  Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021,
              kenaikan UMP di DKI Jakarta tahun 2022 hanya sebesar Rp 37.749 atau 0,85 persen menjadi Rp
              4.453.935 per bulan.

              "Kenaikan yang hanya sebesar Rp38 ribu itu dirasa amat jauh dari layak dan tidak memenuhi
              asas keadilan," tegas Anies.

              Menurutnya, mengingat peningkatan kebutuhan hidup pekerja atau buruh terlihat dari inflasi di
              DKI Jakarta yaitu sebesar 1,14 persen. Perlu diketahui, dalam kurun waktu enam tahun terakhir
              rata-rata kenaikan UMP DKI Jakarta adalah sebesar 8,6 persen pada 2016 sebesar 14,8 persen.
              Kemudian pada 2017 sebesar 8,2 persen, 2018 sebesar 8,7 persen, 2019 sebesar 8 persen, 2020
              mencapai 8,5 persen dan 2021 sebesar 3,2 persen.
              Anies mengatakan, terdapat dinamika pertumbuhan ekonomi yang tidak semua sektor lapangan
              usaha pada masa pandemi Covid-19 mengalami penurunan. Anies mengatakan, Provinsi DKI
              Jakarta merupakan satu-satunya provinsi yang tidak memiliki Upah Minimum Kabupaten/Kota.
              Sehingga  Upah  Minimum  Provinsi  menjadi  ketetapan  final  yang  berlaku  di  semua  wilayah
              kota/kabupaten.

              "Sementara  belum  ada formula  penetapan  UMP  yang  baru,  Pemerintah  Provinsi  DKI  Jakarta
              sedang melakukan kaji ulang penghitungan UMP 2022 dan pembahasan kembali dengan semua
              'stakeholder' untuk menyempurnakan dan merevisi Keputusan Gubernur dimaksud agar prinsip
              keadilan bisa dirasakan," jelas Anies.***



                                                           492
   488   489   490   491   492   493   494   495   496   497   498