Page 489 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 489
Judul Kowani Angkat Urgensi Perlindungan Jamsostek Bagi Pekerja
Rumahtangga
Nama Media balitribune.co.id
Newstrend Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Halaman/URL https://balitribune.co.id/content/kowani-angkat-urgensi-perlindungan-
jamsostek-bagi-pekerja-rumahtangga
Jurnalis YUE
Tanggal 2021-11-29 12:29:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Ida Fauziah (Menteri Ketenagakerjaan) Keberadaan PRT saat ini sangat penting dalam
mendukung kegiatan rumahtangga sehari-hari, dan yang terpenting juga dapat menyerap
tenaga kerja yang sangat banyak terutama dari kalangan wanita
negative - Giwo Rubianto (Ketua Kowani (Kongres Wanita Indonesia) Sejak pertama kali dibahas
pada 2004, hingga saat ini belum ada tindaklanjut konkret terkait hal ini. Masih sebatas RUU
Perlindungan PRT dan masih terbengkalai, juga belum diakomodir dalam UU Ketenagakerjaan,
bahkan hingga Oktober 2021 masih belum juga diagendakan
neutral - Zainudin (Direktur Kepesertaan BPJamsostek) Tugas kami melindungi semua pekerja,
melalui program Perlindungan Pekerja Rentan, kami dapat melindungi pekerja-pekerja dengan
profesi petani, nelayan, marbot Masjid, dan lain sebagainya. Dulu kami identik dengan
perlindungan karyawan perusahaan, sekarang bergeser ke sektor yang lebih membutuhkan
perhatian serius seperti pekerja rentan
positive - Bimo Prasetiyo (Kepala Cabang BP Jamsostek Gianyar) Saya berharap ini bukan lagi
hanya sebatas bahasan, karena PRT wajib mendapatkan perlindungan Jaminan Sosial
Ketenagakerjaan. Saya berharap wacana ini dapat segera terealisasi guna mewujudkan
kesejahteraan bagi seluruh pekerja di Indonesia baik sektor formal maupun informal
Ringkasan
Pekerja rumahtangga (PRT) merupakan salah satu jenis pekerjaan yang dibutuhkan, terutama
di era modern seperti saat ini. Namun pekerjaan ini sepertinya masih dipandang sebelah mata
oleh berbagai pihak, termasuk pemberi kerjanya. Dikatakan demikian karena pekerjaan PRT
masih jauh dari kata layak jika dilihat dari sisi kesejahteraannya.
488

