Page 551 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 551

menunggu sampai dua tahun," kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan
              Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang melalui keterangan tertulis dikutip Senin (29/11/2021).


              PENGUSAHA MINTA PERBAIKAN UU CIPTA KERJA DIKEBUT, RAMPUNG 2022

              Pengusaha  meminta  pemerintah  mempercepat  perbaikan  Undang-undang  Cipta  Kerja.
              Mahkamah Konstitusi (MK) sendiri memerintahkan DPR dan pemerintah memperbaiki UU Cipta
              Kerja paling lama 2 tahun ke depan. Pengusaha meminta perbaikan yang dilakukan tak sampai
              selama itu.

              "Harapan kami agar Pemerintah dan DPR dapat mempercepat proses perbaikan UU Cipta Kerja
              tersebut, jika memungkinkan pertengahan tahun 2022 dapat selesai akan lebih baik, tidak perlu
              menunggu sampai dua tahun," kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan
              Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang melalui keterangan tertulis dikutip Senin (29/11/2021).

              Pengusaha meminta perbaikan UU Cipta Kerja dipercepat agar berbagai aturan turunannya yang
              belum terbit dapat segera realisasikan. Pihaknya akan aktif memberikan masukan, saran dan
              pandangan agar perbaikan UU Cipta Kerja lebih baik dan bermanfaat bagi semua kalangan.

              "Teman-teman serikat pekerja agar dapat memanfaat ruang ini, melakukan evaluasi dan kajian
              serta  dialog  dan  komunikasi  yang  persuasif  dengan  pemerintah  dan  DPR  sehingga  berbagai
              aspirasi  dan  harapan  dalam  perbaikan  UU  Cipta  Kerja  ini  dapat  di  akomodir  tentu  dengan
              mengedepankan  kepentingan  bersama  antara  pekerja  dan  pelaku  usaha,  tidak  selalu  hanya
              mengedepankan kepentingan pekerja, mengesampingkan kemampuan pelaku usaha dan kondisi
              ekonomi," tuturnya.

              MK pun menangguhkan segala tindakan atau kebijakan yang bersifat strategis dan berdampak
              luas berkaitan dengan UU Cipta Kerja. Pengusaha berharap aturan turunan yang belum sempat
              terbit namun sangat strategis bagi dunia usaha dapat dicarikan solusinya atau disiasati sehingga
              tidak menghambat pelayanan kepada dunia usaha dan investasi sebagaimana tujuan UU Cipta
              Kerja.

              Lanjut dia, keputusan MK terhadap UU Cipta Kerja tidak begitu berpengaruh terhadap iklim usaha
              dan investasi karena putusan tersebut mengamanatkan UU Cipta Kerja tetap berlaku termasuk
              produk aturan turunannya.

              Disebutkannya, sampai saat ini pemerintah sudah mengeluarkan 45 Peraturan Pemerintah (PP)
              yang mengatur secara teknis tentang kemudahan perizinan berusaha, dan lain sebagainya. Lalu
              telah diterbitkan 4 Peraturan Presiden (Perpres).

              "Semua aturan turunan tersebut di atas merupakan kepentingan dunia usaha, dan tetap berlaku
              dengan demikian iklim usaha dan investasi tetap kondusif. Hanya memang aturan turunan yang
              masih  dalam  proses  tidak  dapat  lagi  diterbitkan  sesuai  dengan  amar  putusan  MK  yang
              menyatakan  bahwa  tidak  dibenarkan  menerbitkan  peraturan  pelaksana  baru  yang  berkaitan
              dengan UU Cipta Kerja," tambahnya.












                                                           550
   546   547   548   549   550   551   552   553   554   555   556