Page 548 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 548

BURUH JABAR KEPUNG KANTOR RIDWAN KAMIL, TUNTUT PENYESUAIAN UPAH

              Elemen buruh Jawa Barat dari berbagai kabupaten/kota menggelar aksi unjuk rasa di Gedung
              Sate, Kota Bandung.

              Mereka  meminta  Gubernur  Jabar  Ridwan  Kamil  (Emil)  agar  tetapkan  upah  minimum
              kabupaten/kota (UMK) sesuai rekomendasi bupati/wali kota se-Jawa Barat.

              Aksi yang digelar hari ini Senin (29/11) juga mendesak Emil segera menetapkan upah minimum
              sektoral  kabupaten/kota  (UMSK)  pasca  pembacaan  putusan  uji  formil  dan  materiil  oleh
              Mahkamah Konstitusi (MK).

              Ketua  DPD  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Seluruh  Indonesia  (KSPSI)  Jabar  Roy  Jinto  Ferianto
              mengatakan unjuk rasa kali ini fokus pada UU Cipta Kerja No 11 Tahun 2020 yang cacat formil
              dan bertentangan dengan UUD 1945. Buruh akan menyampaikan lima poin tuntutan.

              Pertama,  menolak  penetapan  UMK  2022  berdasarkan  PP  No  36  Tahun  2021  tentang
              Pengupahan.

              Kedua, meminta Gubernur Jawa Barat menetapkan Upah Minimum Kab/Kota (UMK) 2022 sesuai
              dengan rekomendasi bupati/wali kota se-Jawa Barat.
              Ketiga, meminta Gubernur untuk menetapkan kembali UMSK.

              "Dan  keempat,  buruh  di  Jabar  khususnya  anggota  KSPSI  Provinsi  Jabar  akan  mengawal
              penetapan UMK 2022 baik dengan cara aksi unjuk rasa maupun mogok kerja pada 29 dan 30
              November 2021, yang dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku," kata Roy lewat keterangan
              tertulis.

              Lebih lanjut, Roy mengatakan penetapan upah minimum tahun 2022 tidak didasarkan pada PP
              No 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan metode formula pengupahan akan berdampak luas
              kepada para pekerja/buruh di Indonesia.


              Roy juga menjelaskan bahwa Dewan Pengupahan Provinsi Jabar telah melakukan rapat pleno
              UMK 2022 terhadap rekomendasi atau usulan bupati/wali kota se-Jawa Barat pada 26 November
              2021.

              "Mayoritas  rekomendasi  UMK  2022  yang disampaikan  oleh  bupati/wali kota  se-Jabar  kepada
              Gubernur Jawa Barat tidak lagi berdasarkan atau mengacu pada perhitungan formula PP No 36
              Tahun 2021 tentang pengupahan," tutup Roy.

              Senada  dengan  Roy,  Ketua  DPD  FSP  LEM  SPSI  Jawa  Barat  Muhamad  Sidarta  mengatakan,
              sesungguhnya  buruh  Jabar  hanya  meminta  penyesuaian  upah  berdasarkan  pertumbuhan
              ekonomi dan inflasi serta masih dalam koridor regulasi yang berlaku usai putusan MK.

              "Oleh karenanya, saya meminta Bapak Gubernur Jawa Barat memenuhi harapan kaum buruh
              untuk  mempertahankan  daya  beli  warga  masyarakat  agar  tidak  jatuh  supaya  pertumbuhan
              ekonomi pada masa pandemi ini cepat pulih," ujarnya.
              Sidarta  juga  menyampaikan  permohonan  maaf  yang  sebesar-besarnya  pada  seluruh  warga
              apabila terganggu oleh massa buruh.






                                                           547
   543   544   545   546   547   548   549   550   551   552   553