Page 5 - E-Modul Pengembangan Pembelajaran PPKn SD_Neat
P. 5

BAB II
                                               Topik 1. Hakikat PPKn SD

                  1.   Sub Capaian Pembelajaran MK
                  Setelah mempelajari topik ini mahasiswa mampu:
                       a.  Menemukan hakikat PPKn
                       b.  Menguasai  Karakteristik PPKn
                       c.  Menguasai Tujuan PPKn
                       d.  Menguasai Ruang Lingkup PPKn
                       e.  Menemukan Pelaksanaan Pembelajaran PPKn SD

                  2.   Uraian Materi
                       a.  Hakikat Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
                         Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran
                  wajib yang secara formal dibelajarkan dari jenjang sekolah dasar sampai jenjang
                  perguruan tinggi. PPKn pada jenjang Sekolah Dasar adalah sebagai program
                  pendidikan yang  berdasarkan nilai-nilai Pancasila untuk mengembangkan dan
                  melestarikan  nilai  luhur  dan  moral  yang  berakar  pada  budaya  bangsa  yang
                  diharapkan menjadi jati diri. Nilai luhur dan moral ini diharapkan dapat diwujudkan
                  dalam  bentuk  perilaku  kehidupan  siswa  sehari-hari,  baik  sebagai  individu
                  maupun anggota masyarakat, dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang
                  merupakan  usaha  untuk  membekali  siswa  dengan  pengetahuan  dan
                  kemampuan dasar, berkenaan dengan hubungan antar warga dengan negara
                  serta  pendidikan  pendahuluan  bela  negara  agar  menjadi  warga  negara  yang
                  dapat  diandalkan  oleh  bangsa  dan  negara.  Kehiudpan  masyarakat  Indonesia
                  yang beragam dari sisi agama, budaya, etnis, bahasa, dan daerah terformulasi
                  dalam  dasar  filosofi  Pancasila,  dasar  yuridis  Undang-Undang  Dasar  1945,
                  kondisi  sosial  empirik  (Bhineka  Tunggal  Ika)  sebagai  landasan  sosiologis
                  (Sapriya, 2012).
                         PPKn ini diharapkan mampu membina dan mengembangkan anak didik
                  agar  menjadi  warga  negara  yang  baik  (good  citizen).  Menurut  Somantri  (2001),
                  warga negara yang baik adalah warga yang tahu, mau, dan mampu berbuat baik.
                  Oleh karena itu, warga negara yang baik adalah warga negara yang sadar akan
                  hak dan kewajibannya, melek politik, melek hukum, memiliki nilai-nilai karakter
                  yang  kuat  dan  memiliki  komitmen  untuk  membangun  bangsa  dan  negara.
                  Komitmen ini akan terwujud dalam bentuk sikap dan prilaku yang ditujukkan oleh
                  warga  negara  dalam  kehidupan  keluarga,  sekolah  dan  masyarakat.  Warga
                  negara yang baik adalah yang mengetahui, menyadari, dan melaksanakan hak
                  dan  kewajibannya  sebagai  warga  negara.  Menurut  Winataputra,  (2007:  15)
                  Pendidikan Kewarganegaraan haruslah menjadi pendidikan untuk membangun
                  jati  diri  kewarganegaraan  dengan  pusat  perhatian  pada  tiga  strands/garapan
                  yaitu pengembangan tangung jawab sosial dan moral, pelibatan kemasyarakatan
                  dan  kemelek  politikan.  Pemikiran  ini  mengambarkan  hakekat  Pendidikan
                  Kewarganegaraan  sebagai media  untuk membangun  kesadaran warganegara
                  akan  hak  dan  kewajiban,  kesadaran  konstitusi,  pengamalan  demokrasi
                  Pancasila,  partisipasi  warga  negara  dalam  membuat  dan  melaksanakan
                  kebijakan publik dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa untuk generasi
                  mendatang.





                                                            2
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10