Page 8 - E-Modul Pengembangan Pembelajaran PPKn SD_Neat
P. 8
karakteristik warga negara yang baik. Menurut Mulyasa (2007), tujuan mata
pelajaran PPKn adalah untuk menjadikan siswa agar:
1) Mampu berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi
persoalan hidup maupun isu kewarganegaraandi negaranya.
2) Mampu berpartisipasi dalam segala bidang kegiatan, secara aktif dan
bertanggung jawab, sehingga bisa bertindak secara cerdas dalam semua
kegiatan.
3) Bisa berkembang secara positif dan demokratis, sehingga mampu hidup
bersama dengan bangsa lain di dunia dan mampu berinteraksi, serta mampu
memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan baik. Hal ini akan
mudah tercapai jika pendidikan nilai dan norma tetap ditanamkan pada siswa
sejak usia dini karena jika siswa sudah memiliki nilai norma yang baik, maka
tujuan untuk mencapai warga negara yang baik akan mudah terwujudkan.
Selaian menurut para pakar, tujuan PPKn juga dapat dilihat dalam
Permendikbud 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan
Menengah, Kurikulum 2013 sesuai Permendikbud No. 21 tentang Standar Isi
Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dapat dismpulkan tujuan PPKn di Sekolah Dasar adalah untuk
mengembangkan keterampilan dasar dalam mengimplementasikan nilai-nilai
Pancasila, nilai-nilai keberagaman, mempertahankan Negara Kesatuan Republik
Indonesia berdasarkan pada konstitusi yang berlaku (Suastika, 2017). Melalui
PPKn diharapkan peserta didik memiliki dasar-dasar nilai yang Pancasilais,
sehingga dapat menjadikan warga negara yang baik, yaitu warga negara yang
tahu, mau, dan sadar akan hak dan kewajibannya, memiliki rasa kebangsaan dan
cinta tanah air, yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Dengan
demikian, diharapkan kelak bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang
terampil dan cerdas, serta berkarakter sehingga mampu mengisi revolusi industri
4.0. Karena hanya bangsa yang memiliki karakter dan jatidiri yang mampu
mengisi dan menjadi pemain dalam percaturan revolusi industri 4.0. Sedangkan
bangsa yang kehilangan karakter dan jatidirinya di tengah-tengah arus revolusi
industri 4.0 akan menjadi “mainan” negara lainnya (Suastika, 2017).
d. Ruang Lingkup Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Sesuai dengan Permendikbud No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi,
ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan meliputi aspek-
aspek sebagai berikut: (1) Persatuan dan Kesatuan bangsa, meliputi: Hidup
rukun dalam perbedaan, Cinta lingkungan, Kebanggaan sebagai bangsa
Indonesia, Sumpah Pemuda, Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,
Partisipasi dalam pembelaan negara, Sikap positif terhadap Negara Kesatuan
Republik Indonesia, Keterbukaan dan jaminan keadilan, (2) Norma, hukum dan
peraturan, meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga, Tata tertib di sekolah,
Norma yang berlaku di masyarakat, Peraturan-peraturan daerah, Norma-norma
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Sistim hukum dan peradilan
nasional, Hukum dan peradilan internasional, (3) Hak asasi manusia meliputi:
Hak dan kewajiban anak, Hak dan kewajiban anggota masyarakat, Instrumen
nasional dan internasional HAM, Pemajuan, penghormatan dan perlindungan
5

