Page 9 - E-Modul pembelajaran terpadu SDH_Neat
P. 9
BAB III
KARAKTERISTIK, PRINSIP DAN IMPLIKASI PEMBELAJARAN
TERPADU
1. Sub Capaian Pembelajaran MK
Setelah mempelajari materi pada topik ini mahasiswa memahami
karakteristik pembelajaran terpadu dan prinsip-prinsip pembelajaran terpadu.
2. Uraian Materi
2.1. Karakteristik Pembelajaran Terpadu
Pembelajaran terpadu memiliki beberapa macam karakteristik. Hilda Karli
(2003:53) mengungkapkan bahwa: Pembelajaran terpadu memiliki beberapa
macam karakteristik, diantaranya: (1) Berpusat pada anak (studend centerd);
(2) Memberi pengalaman langsung pada anak; (3) Pemisahan antara bidang
studi tidak begitu jelas. (4) Menyajikan konsep dari berbagai bidang studi dalam
suatu proses pembelajaran; (5) Bersipat luwes; (6) Hasil pembelajaran dapat
berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak; (6) Holistik, artinya
suatu peristiwa yang menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran terpadu di
amati dan di kaji dari beberapa mata pelajaran sekaligus, tidak dari sudut
pandang yang terkotak-kotak; (7) Bermakna, artinya pengkajian suatu
penomena dari berbagai macam aspek memungkinkan terbentuknya semacam
jalinan skemata yang dimiliki siswa; (8) Otentik, artinya informasi dan
pengetahuan yang diperoleh sipatnya menjadi otentik; dan (9) Aktif, artinya
siswa perlu terlibat langsung dalam proses pembelajaran mulai dari
perencanaan, pelaksanaan hingga proses evaluasi.
Menurut Depdikbud (1996:3), pembelajaran terpadu sebagai suatu proses
mempunyai beberapa karakteristik atau ciri-ciri yaitu: holistik, bermakna, otentik
dan aktif.
1. Holistik
Suatu gejala atau fenomena yang menjadi pusat perhatian dalam
pembelajaran terpadu diamati dan dikaji dari beberapa bidang sekaligus,
tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak. Pembelajaran terpadu
memungkinkan siswa untuk memahami suatu fenomena dari segala sisi.
2. Bermakna
Pengkajian suatu fenomena dari berbagai aspek, memungkinkan
terbentuknya semacam jalinan antara konsep-konsep yang berhubungan
yang disebut schemata. Hal ini akan berdampak pada kebermaknaan dari
materi yang dipelajari. Selain itu juga mengakibatkan pembelajaran yang
fungsional. Siswa mampu menerapkan perolehan belajarnya untuk
memecahkan masalah-masalah yang muncul di dalam kehidupannya.
3. Otentik
Pembelajaran terpadu memungkinkan siswa memahami secara langsung
prinsip dan konsep yang ingin dipelajarinya melalui kegiatan secara
langsung. Informasi dan pengetahuan yang diperoleh sifatnya menjadi lebih
otentik. Guru lebih banyak bersifat sebagai fasilitator dan katalisator,
sedanagkan siswa bertindak sebagai actor pencari informasi dan
pengetahuan. Guru memberikan bimbingan kearah mana yang dilalui dan
memberikan fasilitas seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan tersebut.
6

