Page 10 - E-Modul pembelajaran terpadu SDH_Neat
P. 10

4.  Aktif
                      Pembelajaran  terpadu  menekankan  keaktifan  siswa  dalam  pembelajaran
                      baik  secara  fisik,  mental,  intelektual,  maupun  emosional  guna  mencapai
                      hasil  belajar  yang  optimal  dengan  mempertimbangkan  hasrat  minat  dan
                      kemampuan  siswa  sehingga  mereka  termotivasi  untuk  terus  menerus
                      belajar.  Pembelajaran  terpadu  bisa  saja  dikembangkan  dari  suatu  tema
                      yang disepakati bersama dengan melirik aspek-aspek kurikilum yang bisa
                      dipelajari secara bersama melalui pengembangan tema tersebut.
                        Sebagai  suatu  proses,  pembelajaran  terpadu  memiliki  karakteristik
                  tersendiri,  dalam  hal  ini  Sukayati  (2004:3)  menjelaskan  karakteristik
                  pembelajaran terpadu sebagai berikut:
                     1.  Pembelajaran berpusat pada peserta
                         Pembelajaran  terpadu  dikatakan  sebagai  pembelajaran  yang
                         berpusat pada peserta, karena pada dasarnya pembelajaran terpadu
                         merupakan suatu sistem pembelajaran yang memberikan keleluasaan
                         pada peserta  didik, baik secara individu maupun kelompok. Peserta
                         didik  dapat  aktif  mencari,  menggali,  dan  menemukan  konsep  serta
                         prinsip-prinsip  dari  suatu  pengetahuan  yang  harus  dikuasainya
                         sesuai dengan perkembangannya.
                     2.  Menekankan pembentukan pemahaman dan kebermaknaan
                         Pembelajaran terpadu mengkaji suatu fenomena dari berbagai macam
                         aspek yang membentuk semacam jalinan antar skemata yang dimiliki
                         peserta  didik,  sehingga  akan  berdampak  pada  kebermaknaan  dari
                         materi  yang  dipelajari  peserta  didik.  Hasil  yang  nyata  didapat  dari
                         segala  konsep  yang  diperoleh  dan  keterkaitannya  dengan  konsep-
                         konsep  lain  yang  dipelajari  dan  mengakibatkan  kegiatan  belajar
                         menjadi  lebih  bermakna.  Hal  ini  diharapkan  akan  berakibat  pada
                         kemampuan  peserta  didik  untuk  dapat  menerapkan  perolehan
                         belajarnya  pada  pemecahan  masalah-masalah  yang  nyata  dalam
                         kehidupannya.
                     3.  Belajar melalui pengalaman langsung
                         Pada  pembelajaran terpadu  diprogramkan untuk melibatkan  peserta
                         didik  secara  langsung  pada  konsep  dan  prinsip  yang  dipelajari  dan
                         memungkinkan  peserta  didik  belajar  dengan  melakukan  kegiatan
                         secara  langsung.  Sehingga  peserta  didik  akan  memahami  hasil
                         belajarnya  sesuai  dengan  fakta  dan  peristiwa  yang  mereka  alami,
                         bukan  sekedar  informasi  dari  gurunya.  Guru  lebih  banyak  bertindak
                         sebagai  fasilitator  dan  katalisator  yang  membimbing  ke  arah  tujuan
                         yang  ingin  dicapai.  Sedangkan  peserta  didik  sebagai  aktor  pencari
                         fakta dan informasi untuk mengembangkan pengetahuannya.
                     4.  Lebih memperhatikan proses dari pada hasil semata.
                         Pada  pembelajaran  terpadu  dikembangkan  pendekatan  discovery
                         inquiry (penemuan terbimbing) yang melibatkan peserta didik secara
                         aktif  dalam  proses  pembelajaran  yaitu  mulai  dari  perencanaan,
                         pelaksanaan  sampai  proses  evaluasi.  Pembelajaran  terpadu
                         dilakspeserta  an  dengan  melihat  hasrat,  minat,  dan  kemampuan
                         peserta didik, sehinggamemungkinkan peserta didik termotivasi untuk
                         belajar terus menerus.




                                                            7
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15