Page 11 - E-Modul pembelajaran terpadu SDH_Neat
P. 11
5. Sarat dengan muatan keterkaitan.
Pembelajaran terpadu memusatkan perhatian pada pengamatan dan
pengkajian suatu gejala atau peristiwa dari beberapa mata pelajaran
sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak. Sehingga
memungkinkan peserta didik untuk memahami suatu fenomena
pembelajaran dari segala sisi, yang pada gilirannya nanti akan
membuat peserta didik lebih arif dan bijak dalam menyikapi atau
menghadapi kejadian yang ada.
Karakteristik pembelajaran terpadu menurut Hernawan dan Resmini
(2005:1.7) adalah sebagai berikut:
1. Pembelajaran terpadu berpusat pada peserta didik (student
centered). Hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang
lebih banyak menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar.
Peran guru lebih banyak sebagai fasilitator yaitu memberikan
kemudahan-kemudahan kepada peserta didik untuk melakukan
aktivitas belajar.
2. Pembelajaran terpadu dapat memberikan pengalaman langsung
kepada peserta didik (direct experiences). Dengan pengalaman
langsung ini, peserta didik dihadapkan pada sesuatu yang nyata
(konkret) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak.
3. Dalam pembelajaran terpadu pemisahan antarmata pelajaran
menjadi tidak begitu jelas. Bahkan dalam pelaksanaan di kelas- kelas
khususnya di kelas awal sekolah dasar yaitu kelas satu, dua dan tiga,
fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tematema yang
paling dekat berkaitan dengan kehidupan peserta didik. Pembelajaran
terpadu menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran
dalam suatu proses pembelajaran. Dengan demikian, peserta didik
dapat memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Hal ini
diperlukan untuk membantu peserta didik dalam memecahkan
masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
4. Pembelajaran terpadu bersifat luwes (fleksibel), sebab guru dapat
mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata
pelajaran yang lainnya, bahkan dengan kehidupan peserta didik dan
keadaan lingkungan di mana sekolah dan peserta didik berada.
5. Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan
kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, peserta didik diberi
kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya secara
maksimal.
2.2. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Terpadu.
Secara umum prinsip-prinsip pembelajaran terpadu menurut Trianto
(2011:58) adalah: (1) prinsip pengalian tema, (2) prinsip pengelolaan
pembelajaran, (3) prinsip evaluasi, dan (4) prinsip reaksi. Berikut
penjelasannya:
1. Prinsip pengalian tema.
Prinsip penggalian tema merupakan prinsip utama (fokus) dalam
pembelajaran terpadu. Artinya, tema-tema yang saling tumpang tindih
dan ada keterkaitan menjadi target utama dalam pembelajaran.
8

