Page 26 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 26

Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik  | 21



              dibicarakan.  “Tempat  basah”  menjadi  incaran  bagi  semua  pegawai
              negeri, karena dengan mudah mendapatkan uang banyak.
                    Pada  sisi  lain,  orgnisasi  publik  akan  sulit  menyamai  organisasi
              privat,  karena  dalam  organisasi  publik  banyak  nilai  yang  bersaing
              (competing values). Misalnya, sistem merit dan kesempatan yang sama
              dalam mendapatkan pekerjaan (Equal Employment Opportunity – EEO).
              Kita  sulit  menempatkan  diri  pada  kedua  nilai  itu,  contohnya,  kalau
              menerapkan  sistem  merit  dalam  pengrekrutan  pegawai,  maka
              kemungkinan besar ada daerah, suku dan agama tidak terwakili dalam
              organisasi  publik,  padahal  negara  kita  merupakan  satu  kesatuan.
              Daerah  kota  akan  lebih  banyak  mendominasi,  kalau  kita  berbicara
              kota-desa, karena daerah kota mempunyai lebih banyak sumber daya
              yang berkemampuan bersaing tinggi dari pada di desa. Demikian pula
              kalau kita berbicara Jawa dengan luar Jawa.
                    Sedangkan  kalau  tetap  berpegang  pada  EEO,  semua  terwakili,
              ada orang Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan dan sebagainya; ada
              agama  Islam,  Kristen,  Hindu  dan  Budha,  tetapi  tidak  mendapatkan
              personil  yang  memiliki  kemampuan  sebagaimana  yang  diharapkan
              (sistem  merit).  Dengan  demikian  nilai  keadilan  sosial  ini  juga
              mencerminkan nilai-nilai demokratis.
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31