Page 73 - PowerPoint Presentation
P. 73

dikerjakan  sesuai dengan  prinsip-prinsip  manajemen  yang  baik,akan dapat  mencegah  suatu
               organisasi  akan  mengalami  surplus  pegawai,  kecuali  karena  adanya  faktor-faktor  eksternal

               yang tidak dapat dikendalikan oleh organisasi itu sendiri.
                     Dewasa ini dapat disaksikan surplus karyawan yang demikian banyak pada pegawai

               negeri  sipil Republik  Indonesia,  yang  sesungguhnya  hanya  membutuhkan karyawan  sekitar

               dua atau tiga juta orang saja. Namun, dalam kenyataannya jumlah karyawan telah melampaui
               jumlah  empat  juta  orang  sehingga  menimbulkan  surplus  lebih  dari  satu  juta  orang  yang

               berakibat tekanan yang sangat berat pada anggaran belanja negara. Meskipun secara umum

               telah terjadi surplus karyawan, setiap tahun selalu saja terjadi rekrut mendan seleksi yang
               akibatnya  semakin  memberikan  beban  anggaran  yang  tinggi  pada  negara  danmengurangi

               potensi  pembangunan  pada  sektor  yang  lain.  Tapi  tidaklah  berarti  bahwa  dalam  suasana
               surplus karyawan secara integral, tidak dirasakan kekurangan pegawai negeripada sektor-

               sektor tertentu, seperti tenaga penyuluhan, penelitian, guru-guru, tenagamedis, kepolisian dan

               lain-lainnya. Oleh karena itu, sangat diperlukan penataan rekrutmen dan seleksi dilingkungan
               pegawai negeri dengan lebih nasional, integrative dan koordinatif.

                      Penataan seleksi dan rekrutmen yang lebih baik juga mempunyai  dampak yang besar
               terhadap pelaksanaan  fungsi-fungsi SDM lainnya,  seperti orientasi dan penempatan,  latihan

               dan  pengembangan,  perencanaan  dan  pengembangan  karier,  evaluasi  kinerja,  kompensasi.
               Pelaksanaan   fungsi   rekrutmen   dan   seleksi   sepenuhnya   adalah   tanggung   jawab   dari

               departemen SDM dalam suatu perusahaan secara manajerial. Artinya tidaklah semua kegiatan
               rekrutmen dan seleksi dilaksanakan oleh setiap karyawan baik secara sendiri maupun yang

               tergabung dalam perusahaan seperti recruiter, pelaksanaan berbagai tes yang belum tentu

               dimiliki oleh suatu perusahaan.
               d.      Penempatan

                      Para karyawan baru yang telah selesai menjalankan program orientasi harus segera
               mendapatkan tempat pekerjaan yang sesuai dengan bakat   dan keahlian yang dimilikinya.

               Salah  satu  fungsi  MSDM  untuk  mengurus  hal  ini  adalah  placement  atau  penempatan

               karyawan. Penempatan karyawan berarti mengalokasikan para karyawan pada posisi kerja
               tertentu, hal ini khusus terjadi pada karyawan baru. Kepada para karyawan lama yang telah

               menduduki jabatan atau pekerjaan termasuk sasaran fungsi penemptan karyawan dalam arti
               mempertahankan pada posisinya atau memindahkan pada posisi yang lain.

                      Penempatan staffing terdiri dan dua cara: (I) karyawan baru dari luar perusahaan dan




                                                                                                       67
   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78