Page 74 - PowerPoint Presentation
P. 74
(2) penugasan di tempat yang baru bagi karyawan lama yang disebut inplacement atau
penempatan internal. Sering terjadi penempatan internal tanpa ada orientasi, karena karyawan
lama dianggap telah mengetahuisegala sesuatu tentang perusahaan.
Namun, sayangnya anggapan ini hanya setengah benar. Karyawan berpengalaman
memang sudah mengetahui perusahaan dengan baik, tetapi ia tidak mengetahui hal-hal yang
berkaitan dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya yang baru. Apakah mereka diterima?
Apakah mereka mampu?
Mendapatkan pekerjaan baru dalam satu departemen memerlukan sedikit orientasi.
Perpindahan antar departemen memerlukan orientasi yang lebih lengkap.
Penempatan internal hanya memerlukan orientasi tentang pekerjaan barunya, sedangkan
orientasi tingkat pertama dapat diabaikan.
Penempatan adalah penugasan atau penugasan kembali seorang karyawan kepada
pekerjaan barunya. Keputusan penempatan lebih banyak dibuat oleh manajer lini, biasanya
supervisor seorang karyawan dengan berkonsultasi menentukan penempatan karyawan di
masa datang. Peranan departemen SDM adalah memberi nasihat kepada manajer lini tentang
kebijakan perusahaan dan memberikan konseling kepada para karyawan.
e. Dalam alur ini, terdapat tiga jenis penting dari penempatan, yaitu promosi, transfer, dan
demosi. Setiap keputusan harus diiringi dengan orientasi dan tindak lanjut, apa pun
penyebabnya seperti perampingan, merger, akuisisi atau perubahan internal lainnya.
Berikut ini dijelaskan tiga jenis penempatan dan separasi.
Promosi terjadi apabila seorang karyawan dipindahkan dari satu pekerjaan ke
pekerjaan lain yang lebih tinggi dalam pembayaran, tanggung jawab dan atau Level.
Umumnya diberikan sebagai penghargaan, hadiah (reward system) atas usaha dan prestasinya
di masa lampau, maka akan muncul dua permasalahan.
Pertama, yaitu ketika pembuat keputusan dapat membedakan antara karyawan yang kuat dan
yang lemah secara objektif. Kalau sistem merit digunakan,keputusan seharusnya
mencerminkan kinerja secara individu karyawan, tidak didasarkan pada pemilihan yang
menyimpang. Hal ini terjadi kalau karyawan terbaik adalah anggota dari suatu grup tertentu
yang dilindungi dan pembuat keputusan adalah seorang yang prejudice. Pembuat keputusan
tidak seharusnya mengikuti prasangka/perasaan pribadinya untuk mempengaruhi kegiatan
promosi. Kalau kegiatan promosi didasarkan pada kepentingan pribadi, SDM perusahaanakan
didominasi oleh orang-orang yang tidak berkompeten, dan pada akhirnya kinerja perusahaan
68

