Page 18 - Sinar Tani Edisi 4075
P. 18
18 E-paper Edisi 19 - 25 Februari 2025 | No. 4075 Tahun LV A GRI TEKNOL OGI
Kolagen Gelatin Halal Pertama
Diperkenalkan
Lembaga Wakaf Nurul Taqwa (LWNT) PT Indosat
dan PT Geltech Prima Indonesia, bekerja sama
dengan IPB University, meluncurkan Collagel,
produk kolagen gelatin halal pertama yang
diproduksi di Indonesia. Produk ini melibatkan
pakar IPB University, Prof Tun Tedja Irawadi dari hingga kini belum jelas kehalalannya. bersaing dengan kebutuhan pangan,
Halal Science Center dan Prof Mala Nurilmala dari Karena itu, menjadi penting kolagen khususnya menu rumah makan.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). dari sumber lain,” tuturnya. Karena itu ia optimis produk
Sebagai Guru Besar yang kolagen gelatin ikan bisa menjadi
banyak berkecimpung dalam alternatif, bahkan menjadi peluang
cara peluncuran ber- bahan baku atau bahan tambahan tekno logi hasil perikanan, Mala baru memenuhi kebutuhan industri
langsung di Auditorium penting berbagai sektor industri. men coba mengembangkan kola- dalam negeri. Alasannya, potensinya
lt 4 Gedung Indosat, Misalnya, bahan baku pengemulsi, gen gelatin dari produk perikan an. sangat besar, hampir 2/3 wilayah
Kantor Indosat, Jalan pengental, penstabil, pembentuk Hal ini untuk menjawab persoalan Indonesia adalah perairan. Potensi
Merdeka Barat, Gambir, gel dan pengingat air. Gelatin bisa kehalalan bahan baku kolagen untuk sumberdaya perikanan juga tinggi
AJakarta Pusat (15/2). menjadi bahan baku kos- industri dalam negeri. dan industri perikanan terus
Rektor IPB University, Prof Arif Satria metik seperti untuk pelembab Mala mengungkapkan, Indonesia berkembang.
berharap produk ini dapat memenuhi dan anti keriput. Sedangkan untuk mempunyai banyak sumber ikan yang Perwakilan PT Geltech Prima
kebutuhan masyarakat dan industri industri farmasi bisa untuk kapsul komersial, tapi penggunaan bahan Indonesia, Raden Radya meng-
dalam negeri, mengingat hampir 100 keras dan lunak. hasil samping belum optimal. Selama ungkap, selain produk kolagen untuk
persen kolagen gelatin saat ini masih Saat ini ungkap Mala, penggunaan ini hasil samping ikan hanya dalam industri pangan, kosmetik, farmasi,
diimpor. “Upaya ini merupakan kolagen terus meningkat. Bahkan bentuk kerupuk, kemudian sisik dan dan kesehatan, ada juga produk
terobosan dalam pengembangan untuk memenuhi kebutuhan industri tulang juga dibuang. “Kami mencoba kolagen siap konsumsi berbentuk
inovasi bidang perikanan, khususnya dalam negeri masih banyak dari impor. memanfaatkan produk samping liquigel dengan varian plain, mint,
blue food menjadi terhilirisasi dan Sedangkan sumber bahan baku ikan, seperti kulit atau sisik dan jahe, dan jeruk.
komersialisasi, sehingga dapat kompensional lebih banyak dari kulit gelembung ikan untuk dijadikan “Alhamdulillah dari uji coba,
memberikan impact ekonomi secara dan tulang babi yang persentase sumber kolagen gelatin,” kata masyarakat merasakan manfaatnya
nasional,” ucapnya. nya hampir 50 persen, kemudian sapi Angkatan 28 IPB tersebut. di antaranya untuk kesehatan dan
Collagen dibuat berbahan dan yang lain sangat sedikit. Mala melihat, potensi kolagen perbaikan sendi, kesehatan kulit,
dasar ikan berkualitas tinggi dan “Dengan bahan baku dari babi gelatin ikan cukup tinggi. Di kulit antiaging, antioksidan, deep sleep,
terjamin kehalalannya. Prof. Mala menimbulkan kekhawatiran bagi ikan mencapai 80 persen. Berbeda kesehatan pencernaan, bahkan
Nurilmala mengatakan, kolagen kaum muslim. Sedangkan sumber dengan sapi yang ada di Indonesia, menunjang keharmonisan hubungan
dan gelatin merupakan salah satu bahan baku dari kulit sapi impor juga pemanfaatan tulang dan kulit akan pasangan suami istri,” kata dia. Yul