Page 49 - PJBL Rahma Aulia
P. 49
C. Cara Kerja Patch Panel
Gambar 3. 5 Cara Kerja Patch Panel
• Titik Terminasi Kabel
Kabel jaringan (misalnya kabel twisted pair seperti CAT 5e/CAT 6) dari berbagai perangkat
(komputer, server, telepon, dsb) ditarik ke sebuah ruangan jaringan dan di terminasi ke bagian
belakang (punch-down atau IDC) dari patch panel.
• Konektor Depan (Front Panel)
Di bagian depan patch panel terdapat port (biasanya RJ45 untuk kabel tembaga) yang bisa
dihubungkan menggunakan kabel pendek (patch cord) ke perangkat jaringan seperti switch,
router, atau perangkat lain.
• Pengorganisasian Kabel
Dengan patch panel, kabel jaringan lebih rapi dan teratur di satu titik pusat (hubungan
terorganisir) sehingga memudahkan manajemen dan identifikasi kabel.
• Fleksibilitas & Pemeliharaan
Jika butuh mengubah koneksi (menambah, memindah perangkat), cukup mengubah patch
cord di depan patch panel tanpa harus me-reterminasi kabel in-wall. Ini membuat
penyusunan ulang jaringan lebih mudah dan cepat.
• Centralisasi Titik Akses
Patch panel sering dipasang di wiring closet atau rack server sebagai titik pusat kabel
jaringan. Dari sana, patch cord menghubungkan ke switch atau perangkat lain, sehingga
“menyambungkan” kabel permanen ke perangkat aktif.
• Jenis Kabel yang Didukung
Patch panel bisa untuk kabel tembaga (twisted pair) atau kabel serat optik. Untuk kabel
tembaga, biasanya menggunakan punch down pada bagian belakang dan koneksi RJ45 di
depan.
• Keuntungan Ekonomi & Keamanan
Dengan patch panel, bisa menggunakan patch cord pendek di depan sehingga menghemat
kabel panjang. Kabel tetap terorganisir, jika ada masalah, lebih mudah melacak port mana
yang bermasalah. Karena semua koneksi fisik terkonsentrasi di satu tempat, kontrol fisik
dapat ditingkatkan (mis. akses terbatas ke rack) untuk keamanan.
D. Jenis - jenis Patch Panel
41

