Page 46 - PJBL Rahma Aulia
P. 46
3.3 LAN Tester
LAN Tester adalah perangkat yang digunakan untuk memeriksa, menguji, dan memverifikasi
kondisi serta kualitas kabel jaringan, khsusnya kabel UTP dengan konektor RJ45 maupun RJ11, untuk
memastikan bahwa susnan pin, kontinuitas, dan jalur penghantar pada kabel bekerja dengan benar
dari ujung ke ujung. Alat ini memegangperan penting dalam proses instalasi dan pemeliharaan
jaringan karena mampu membantu teknisi menemukan berbagai jenis kerusakan seperti kabel putus,
korselting, salah sambung (mis-wire), atau koneksi pin yang tidak terpasang dengan tepat, sehingga
potensi gangguan dapat dicegah sebelum jaringan benar – benar digunakan.
Pada perangkat professional seperti yang dibuat Fluke, LAN tester biasanya dilengkapi fitur
tambahan seperti identifikasi kabel, pengukuran panjang kabel, deteksi kualitas penyambungan,
hingga informasi apakah konektor terpasang dengan standar yang benar, yang semuanya
memungkinksn teknisi memperoleh hasil pengujian yang lebih akurat dan mendetail.
Gambar 3. 3 LAN Tester
A. Fungsi LAN Tester
Menjamin setiap kabel terubung dengan benar dapat menurangi waktu debugging dan
mencegah gangguan pada layanan. Alat ini mengonfirmasi pemetaan 8 pin RJ45 agar urutan
pasangan sesuai dengan standar T568A atauT568B. Dengan menguji kabel secara rutin, lan
tester dengan cepat mendeteksi berbagai keselahan kabel.
• Memastikan Konektivitas yang Tepat Untuk Menghindari Masalah Jaringan
Pentingnya memastikan konektivitas yang tepat tidak dapat diabaikan dalam manajemen
jaringan. Dengan menggunakan lan tester, teknisi dapat dengan mudah memverifikasi
bahwa semua sambungan kabel telah dilakukan dengan benar, mengurangi, resiko
terjadinya gangguan yang dapat menggangu operasi jaringan.
• Verifikasi Pemetaan Kabel RJ45 Sesuai Standar T568A atau T568B
Sangat penting untuk memastikan bahwa setiap koneksi kabel berfungsi dengan baik.
Dengan mematuhi standar ini, teknisi dapat mencegah kesalahan yang dapat menyababkan
gangguan jaringan. Proses ini melibatkan pemeriksaan urutan pin untuk memastikan bahwa
tidak ada kabel yang terbalik atau salah sambng, yang bisa mengakibatkan masalah
komunikasi dalam jaringan.
• Deteksi Kesalaha Kabel Seperti Open, Short, Crossed, dan Reversed
38

