Page 24 - 11__Kepemimpinan_Perubahan
P. 24

tinggi  dan  berujung  pada  kepuasan  stakeholder  sekolah,
                            serta  sekolah  sebagai  satuan  pendidikan  diuntungkan.
                            Pengembangan  kapasitas  tenaga  kependidikan  bisa
                            dilakukan  melalui  kepemimpinan  perubahan  di  sekolah
                            dengan budaya kerja yang baru.
                            Menyadari    hal   ini,   Pak   Bagus    mencoba     untuk
                            mengembangkan        sekolah    dengan     memperhatikan
                            sumberdayamanusia  yang  ada  di  sekolahnya.  Hubungan
                            guru  yang  semula  tidak  akrab  dijalin  melalui  kegiatan
                            outbond untuk guru dan tenaga kependidikan. Setiap tiga
                            bulan  sekali  diadakan  arisan  keluarga  yang  diadakan
                            anjang  sana  di  rumah  guru  dan  tenaga  kependidikan.
                            Semua  guru  dan  tenaga  kependidikan  diwajibkan  ikut
                            kegiatan emotional spiritual quetion (ESQ). Ada perubahan
                            struktur wakil kepala sekolah, koordinator, dan wali kelas.
                            Semua  kegiatan  yang  semula  hanya  dikendalikan  oleh
                            satuorang,  kini  didistribusikan.  Semua  orang  merasa
                            bertanggung jawab, semua orang ikut memajukan sekolah.

                         e)  Peran  Kepala  Sekolah  dalam  Perubahan  Kewirausahaan
                            Sekolah (Perantara Keunggulan/Power Broker)
                            Kewirausahaan harus dirintis dan dibelajarkan di sekolah.
                            Ini  merupakan  aset  untuk  menjadikan  bangsa  Indonesia
                            menjadi  bangsa  yang  mandiri  dan  berdaya  saing.
                            Kewirausahaan  tidak  hanya  diajarkan,  tetapi  juga
                            dipraktikkan  dan  dibiasakan.  Jiwa  kewirausahaan  juga
                            harus ditumbuhkan.
                            Pak  Bagus  berusaha  mengembangkan  kewirausahaan
                            melalui apa yang sudah dicapai selama ini, yaitu Sekolah
                            Adiwiyata.   Pak    Bagus    mencoba     mengembangkan
                            kewirausahaan melalui penanaman bibit, pelatihan Sekolah
                            Adiwiyata,  dan  pengolahan  sampah.  Tidak  hanya  Pak
                            Bagus, guru dan siswa sering diundang untuk memberikan
                            pelatihan.  Ada  salah  satu  siswa  yang  dapat  membuat
                            topeng dari kayu. Ini juga dikembangkan menjadi kerajinan
                            khas dari sekolah ini dan menjadi bibit jiwa kewirausahaan.
                            Topeng  kayu  ini,  diberikan  kepada  tamu  yang  datang  ke
                            sekolah sebagai cinderamata.

                                                   KEPEMIMPINAN PERUBAHAN   |   13
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29