Page 29 - 11__Kepemimpinan_Perubahan
P. 29

inovatif.   Sebagai     contoh,    kepala    sekolah     yang
                   memperjuangkan  dan  menawarkan  nilai  pendidikan  ramah
                   anak,  pendidikan  berbasis  alam,  pendidikan  berbasis
                   entrepreneur,  pendidikan  berbasis  kehidupan,  pendidikan
                   multiple intelegence, dan sebagainya.
                   Dalam konteks sekolah dan dalam bentuk nyata, nilai-nilai yang
                   baru  tersebut  seperti  contohnya  kepala  sekolah  yang  lebih
                   berintegritas,  guru  yang  lebih  terampil  mengajar,  staf
                   administrasi yang lebih ramah dan bersahabat, guru bimbingan
                   konseling yang lebih proaktif, laboran yang lebih giat menata
                   bahan dan peralatan laboratorium sekolah, pustakawan yang
                   mampu menarik perhatian siswa berkunjung ke perpustakaan,
                   penggunaan sarana dan prasarana sekolah yang lebih efisien,
                   bendaharawan       yang    lebih    disiplin   mengendalikan
                   pembelanjaan sekolah, lingkungan sekolah yang makin bersih
                   dan  makin  nyaman,  kamar  mandi/toilet  sekolah  yang  lebih
                   wangi, dan siswa yang lebih bersemangat dalam belajar.

                   Kedua, karakteristik kepemimpinan perubahan adalah visioner.
                   Nilai yang diperjuangkan dituangkan dalam bentuk visi sekolah.
                   Visi  inilah  yang  harus  diperjuangkan  oleh  seluruh  warga
                   sekolah.    Kepala    sekolah   bertugas    memimpin      dan
                   menggerakkan seluruh kegiatan di sekolah untuk mencapai dan
                   mewujudkan visi sekolah. Visi sekolah ini dijabarkan menjadi
                   misi sekolah. Misi sekolah harus operasional. Itulah sebabnya
                   kepala sekolah perlu memikirkan strategi dan aksi yang bisa
                   dilakukan untuk mencapai visi sekolah.
                   Kepala  sekolah  sebagai  pemimpin  perubahan  harus  mampu
                   memimpin warga sekolah untuk menentukan strategi dan aksi
                   untuk mencapai visi dan misi sekolah. Strategi dan aksi bisa
                   dilakukan  misalnya  dengan  adanya  program  workshop,
                   pelatihan atau In House training (IHT), Family Gathering, Studi
                   Banding,  KKG-MGMP,  Focus  Group  Discussion  (FGD),
                   seminar,  Lesson  Study,  Kemitraan,  renovasi  gedung  dan
                   sarana  sekolah,  pengadaan  peralatan  praktik  dan  buku-buku
                   baru,  program  literasi  sekolah,  program  inklusi,  jumat  bersih,
                   sholawatan,  istighoshah  atau  dzikir  bersama,  donor  darah,
                   pewangi ruangan di setiap sudut sekolah, kantin sekolah, dan

            18   |   MODUL PENGUATAN KEPALA SEKOLAH
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34