Page 27 - 8731_Andisipengendangcilik
P. 27

Dalam      hal    biaya,   Pak     Sarjo    benar-benar

            kenyang dengan jerih payahnya untuk  menjadikan
            kelompok  kesenian ebeg eksis. Dari kondisi yang masih
              memprihatinkan hingga sekarang ini mampu mencukupi
            segala kebutuhan kelompok keseniannya.


                   “Yang dibutuhkan hanya niat yang kuat. Saat itu
            untuk  berlatih tidak ada kuda kepang, kami membuat
            mainan dari pelepah pisang sebagai pengganti kuda
            kepang. Pelepah pisang kami rancang dan kami buat

            menyerupai kuda. Itu sudah cukup  membuat  kami
            senang  untuk  sekadar  berlatih.  Sekarang  saya sudah
            bisa membeli kuda kepang dari perajin profesional. Anak-

            anak kini yang  menikmati hasil perjuangan saya. Artinya,
            untuk berlatih dengan perlengkapan yang memadai tidak
            perlu prihatin   seperti masa awal saya untuk  menjadi
            pemain ebeg,” terangnya suatu hari di sela-sela melatih
            anak-anak.


                   “Gamelan pun kami seadanya. Ketika kami
            mendapatkan pinjaman seperangkat gamelan dari Pak
            Dalang  Wayang,  kami  tambah bersemangat untuk

              menjadikan kelompok kesenian  ebeg ini maju pesat.
              Melihat semangat kami yang berkobar-kobar berlatih
            ebeg, hati pak Dalang terenyuh sehingga para penabuh

            gamelan milik  Pak Dalang pun bergabung   untuk
            menyukseskan obsesi kami.”






                                                                      17
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32