Page 49 - Badan POM Hadir #Kerja Bersama Untuk Bangsa
P. 49

BADAN POM HADIR                                 MeMPeRkuAt sIsteM PeNgAWAsAN,
 keRjA BeRsAMA uNtuk BANgsA             MeNINgkAtkAN PeLAYANAN DAN PeRLINDuNgAN



                   net di Indonesia mencapai 132,7 juta pengguna. Sekitar
                   40% pengguna internet tersebut melakukan pembelian jasa
                   mau pun produk secara  online (praktik  e-commerce). Hal
                   ini membuat tantangan pengawasan semakin besar seiring
                   risi ko peredaran produk palsu dan ilegal di jalur offline dan
                   online.
                       Di era digitalisasi saat ini, kegiatan distribusi obat banyak
                   memanfaatkan teknologi informasi untuk pelaksanaan bis­
                   nis prosesnya. Contohnya melalui  market place  berbasis
                   e-commerce yang saat ini sedang merajalela. Hal ini tentu­
                   nya perlu diantisipasi dengan penyesuaian regulasi dan
                   penyiapan kompetensi SDM yang akan melakukan penga­
                   wasan. "Ada beberapa market place yang menjual obat ke­
                   ras. Hal ini tidak sesuai dengan aturan, sehingga seringkali
                   menimbulkan pertanyaan dari masyarakat, "Badan POM
                   Kemana?". Ke depan, pertanyaan ini tidak boleh muncul
 Tantangan pengawasan obat dan makanan di era revolusi industri 4.0.  lagi. Badan POM harus mampu menjawab tantangan situasi
                   terkini serta memberikan kesempatan seluas­luasnya kepada
 si pangan, dan  high pressure process, memerlukan SDM   pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya.
 penga wasan yang kompeten dalam menghadapi perkem­  Pada intinya, pendekatan Revolusi Industri 4.0 ber­
 bangan tersebut.  prinsip pada 3 (tiga) elemen dasar, yaitu  Intelligence,
 3.  Kapasitas pengujian laboratorium.  Connec tivity,  dan  Flexible Automation. Menghadapi era
    Laboratorium pengujian merupakan komponen penting dari   indus tri 4.0, beberapa bentuk adaptasi dan perkuatan
 sistem pengawasan yang handal. Pengujian laboratorium di   penga wasan khususnya pada rantai distribusi, di antaranya
 era 4.0 harus didukung dengan SDM dan infrastruktur yang   melalui kebijakan penerapan 2D  barcode, penyusunan
 mampu mendeteksi komponen produk hasil inovasi terkini,   pera turan pengawasan peredaran obat secara daring, dan
 misalnya  novel ingredient  seperti nano  product, produk   revisi Pedoman Cara  Distribusi Obat yang  Baik (CDOB)
 derivat seperti DNA spesifik dari probiotik dan mikroplastik.   yang memfasilitasi elektronisasi dan pemanfaatan teknologi
 4.  Digitalisasi peredaran produk.  dalam proses distribusi obat.
 Dunia, termasuk Indonesia saat ini telah memasuki era   Kosmetik merupakan komoditas dengan tingkat demand
 revo lusi industri 4.0 yaitu era yang menekankan pada pola   yang tinggi dari masyarakat, dimana dengan berkembangnya
 digital  economy,  artificial  intelligence,  big  data,  robotic,   digitalisasi informasi memudahkan konsumen untuk meng­
 dan lain sebagainya. Jaringan dan infrastruktur digital yang   akses pembelian barang dan jasa produk kosmetik. Namun
 sangat maju mendorong konektivitas tanpa batas. Inter ­  di sisi lain, beredarnya produk ilegal, substandar dan/
 net  menjadi  bagian  tak  terpisahkan  dari  kehidupan  kita.   atau mengandung bahan berbahaya masuk melalui jalur
 Era digital memperluas peredaran obat dan makanan tidak   perdagangan  online, di mana informasi dan promosi kos­
 lagi hanya melalui jalur peredaran konvensional. Revo  lusi   metik cenderung menyesatkan konsumen. Hal ini men jadi
 industri ini turut mempengaruhi pola distribusi produk   tantangan bagi Badan POM un tuk meningkatkan penga­
 secara  online,  sehingga  peredaran  produk  semakin  masif   wasan dalam upaya perlindungan kon sumen.
 dan luas ke seluruh negeri. Laporan  Digital in 2018 in   Berdasarkan evaluasi awal tentang kesiapan negara
 Southeast Asia menunjukkan penetrasi penggunaan inter­  dalam menghadapi revolusi industri 4.0, Indonesia diper­




 38 I tiga taHUn KinERJa Badan POM          tiga taHUn KinERJa Badan POM I 39
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54