Page 53 - Badan POM Hadir #Kerja Bersama Untuk Bangsa
P. 53

BADAN POM HADIR                                 MeMPeRkuAt sIsteM PeNgAWAsAN,
 keRjA BeRsAMA uNtuk BANgsA             MeNINgkAtkAN PeLAYANAN DAN PeRLINDuNgAN



 industri obat dan makanan  dengan keberpihakan terhadap
 UMKM; (2) memperkuat fungsi pengawasan untuk memastikan
 obat dan makanan sampai ke masyarakat terjamin aman,
 ber khasiat/bermanfaat, dan bermutu. Badan POM juga (3)
 memperkuat kemitraan dengan lintas sektor, lintas kepeme rin­
 tahan, akademisi, masyarakat, media, dan peran serta masya­
 rakat dalam pengawasan obat dan makanan serta (4) me ning­
 katkan kelembagaan dan kapasitas SDM pengawasan obat dan
 makanan, tidak hanya di Badan POM tetapi juga lintas sektor
 dan lintas kepemerintahan.

 2.  penguatan kelembagaan Badan pom
 Pengawasan obat dan makanan bersifat multisektor dan
 multilevel pemerintahan yang saling terkait dan berkontribusi
 penting. Hal ini diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan
 yang dihadapi  dalam  bidang  pengawasan  obat dan makanan,
 antara lain luasnya cakupan pengawasan di wilayah Indonesia,
 sementara sumber daya pelaksana pengawasan dapat dikatakan
 masih terbatas. Dengan adanya globalisasi di berbagai aspek
 dan pesatnya pertumbuhan pelaku usaha di bidang obat dan
 makanan semakin memperluas cakupan pengawasan yang perlu   Struktur Organisasi Badan POM RI sesuai Peraturan Badan POM RI Nomor 26 Tahun 2017 Tentang
 dilakukan. Di samping itu, dari sisi pemerintah sebagai pihak   Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Obat dan Makanan.
 pengawas masih ditemui fragmentasi kelembagaan, perizinan,
 serta regulasi antara pemerintah pusat dan daerah. Sehingga
 perlu sinergisme melalui koordinasi yang lebih diperkuat dengan   penya lahgunaan obat keras.
 stakeholder lintas sektor.  Sebagai upaya menindaklanjuti ekspektasi pemangku ke­
 Untuk itu, dalam mewujudkan pengawasan obat dan makan­  pen tingan dan upaya penguatan kelembagaan, Badan POM me­
 an yang efektif dan terintegrasi, diperlukan penajaman fungsi dan   lakukan penataan dan penguatan organisasi yang disesuaikan
 kewenangan Badan POM dalam rangka penguatan kelembagaan   dengan ketentuan peraturan perundang­undangan dan menda­
 dan struktur organisasi. Melalui penguatan kelembagaan Badan   patkan persetujuan prinsip dari Menteri PANRB, serta ditetapkan
 POM ini, diharapkan dapat mendukung program pemerintah   melalui lahirnya Perpres Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan
 dalam mewujudkan ketahanan nasional dan menangkal keja­  Pengawas Obat dan Makanan. Ada 2 hal yang menjadi fokus dari
 hatan kemanusiaan sebagai akibat dari peredaran obat dan   Perpres tersebut, yaitu:
 ma kanan yang tidak memenuhi syarat. Tidak hanya dampak   •   Penguatan  fungsi  cegah,  tangkal,  intelijen  dan  penyidikan
 dari segi kesehatan, tetapi penguatan fungsi pengawasan Ba­  pelanggaran ketentuan peraturan perundang­undangan di
 dan  POM  ditujukan  pula  untuk  mengawal  bonus  demografi,   bidang pengawasan obat dan makanan melalui pembentukan
 me ningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan   Deputi Bidang Penindakan;
 pemerintah di bidang kesehatan, mendorong daya saing pro­  •   Penguatan  fungsi  Aparat  Pengawas  Internal  Pemerintah
 duk obat dan makanan dalam negeri, mencegah hilangnya pe­  (APIP) melalui pengembangan inspektorat menjadi
 masukan negara dari pajak sebagai akibat masuknya produk   Inspektorat Utama.
 ilegal dan penyelundupan obat dan makanan, serta mencegah   Perpres ini menegaskan bahwa Badan POM mempunyai tugas




 42 I tiga taHUn KinERJa Badan POM          tiga taHUn KinERJa Badan POM I 43
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58