Page 146 - Hadits-Jibril-Penjelasan-Hadits-Jibril-Memahami-Pondasi-Iman-Yang-Enam-Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 146

H a d i t s   J i b r i l  | 129

            lain-lain.  Kedua;  Af‟al  Idlthirariyyah,  yaitu  segala  perbuatan
            yang  terjadi  pada  diri hamba yang terjadi di luar usaha, dan
            di  luar  ikhtiar  manusia  itu  sendiri,  seperti  detak  jantung,
            aliran  darah  dalam  tubuh,  dan  lain  sebagainya.  Seluruh
            perbuatan  manusia ini, baik Af‟al Ikhtiyariyyah, maupun Af‟al
            Idlthirariyyah adalah ciptaan Allah.

                g.  Kesimpulan


                    Dari  uraian  di  atas  menjadi  jelas  bagi  kita  bahwa
            apapun  yang  terjadi  di  alam  ini  tidak  lepas  dari  Qadla  dan
            Qadar  Allah.  Artinya  bahwa  semuanya  terjadi  dengan
            penciptaan  Allah  dan  dengan  ketentuan  Allah.  Segala  apa
            yang  dikehendaki  oleh  Allah  untuk  terjadi  pasti  terjadi,  dan
            segala  apa yang tidak Dia kehendaki kejadiannya maka tidak
            akan  pernah  terjadi.  Seandainya  seluruh  makhluk  bersatu
            untuk  merubah  apa  telah  diciptakan  dan  ditentukan  oleh
            Allah,  maka  sedikitpun  mereka  tidak  akan  mampu
            melakukan  itu.


                    Bagi  seorang  yang  beriman  kepada  al-Qur‟an
            hendaklah  ia berpegang teguh kepada firman Allah:

                                                        ْ
                              )    ٕٖ ْ:ءايبنلأا  ْ (  ْ نوُ لَأسي ْ ْ مىو ْ ْ لعف ي ْ امع ْ ُْ لَأسي  َْ لا ْ
                                                           َّ
                                           َ
                                                            َ
                                                     ُ َ َ
                                               ْ ُ
                                                                ْ ُ
                                                 ْ ُ َ
                  “(Dia Allah) tidak ditanya (tidak diminta tanggung
                  jawab)  terhadap  apa  yang  Dia  perbuat,  dan  -
                  justru-  merekalah  (para  makhluk)  yang  akan
                  diminta  pertanggungjawaban”.  (QS.  al-Anbiya:
                  23).
   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151